BAGANSIAPIAPI, kabarmelayu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) akan mengembangkan dan mengangkat Status Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko. Dimana Kepenghuluan itu memiliki Danau yang dinamai "Danau Janda Gatal". Danau yang terletak dipinggiran Sungai Rokan itu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata andalan Rohil.
Namanya memang sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat Rokan Hilir, namun tak banyak yang tahu lokasi maupun apa yang ada di lokasi yang sering disebut masyarakat tersebut.
Untuk memanfaatkan Icon tersebut, Pemkab Rohil akan mengembangkan Danau Janda Gatal sebagai salah satu Objek Wisata andalan Rohil. Pasalnya, selain lokasi yang bagus juga memiliki pemandangan yang sangat indah. Nah, jika danau tersebut dikembangkan dengan serius maka sangat diyakini akan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung, "Kata Bupati Rohil, H Suyatno Amp di Bagansiapiapi.
Keseriusan Pemkab mengembangkan objek wisata Danau Janda Gatal dengan meminta konsultan untuk merencanakan pembangunannya. "tahun ini anggaran untuk pembangunan danau janada gatal akan kita masukan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rohil, " kata bupati.
Dijelaskan Suyatno, Negeri seribu kubah selain memiliki objek wisata seperti Pulau Jemur, pulau Tilan, danau Napangga, jembatan Pedamaran, Parit Bay Park juga memiliki objek wisata yang disebut dengan Danau Janda Gatal. Danau ini sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah sebagai lokasi memancing.
"Jika Danau ini kita olah maka hasilnya sangat luar biasa yang secara otomatis akan mampu meraup pendapatan asil daerah (PAD) di sektor kepariwisataan. Karena lokasinya sangat bagus dan menawan, apalagi selama ini masyarakat banyak memanfaatkan danau tersebut sebagai wisata memancing. Jika ini dikembangkan maka kepenghuluan parit aman akan ramai dikunjungi," ujarnya optimis.
Dilanjutkan, selain kepenghuluan itu akan ramai tentunya juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat seperti berjualan makanan dan minuman agar pengunjung betah. Disebutkan, untuk anggaran pembersihan danau itu pemkab Rohil telah menganggarkan dana di APBD sebesar Rp3 Miliar.
"Dana pembersihan danau itu dialokasikan ke dinas pariwisata kebudayaan pemuda dan olahraga (Disparsenibudpora) Rohil," tuturnya.
Pemkab Rohil akan mengembangkan wisata danau Janda Gatal itu sebagai salah satu objek wisata andalan negeri seribu kubah secara serius. Pasalnya, Danau itu selain memiliki pemandangan yang indah juga menyimpan berbagai jenis ikan darat seperti ikan gabus, ikan Nila, sepat siam, ikan bada, Ikan Puyu-puyu, dan jenis ikan darat lainnya.
Saat ini, terangnya danau janda gatal juga dijadikan oleh masyarakat sebagai lokasi tempat pemancingan. Makanya danau itu akan kita kembangkan secara serius dengan mengembangkannya sebagai tempat wisata pemancingan andalan.
Untuk tahap awal kita melakukan pembersihan dengan cara mengeruk danau tersebut, kemudian barulah kita bangun fasilitas pendukung seperti jalan masuk, panggung, tempat duduk dan lain sebagainya, "kata suyatno.
*Sarana dan Prasarana Danau Akan Dilengkapi
Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rokan Hilir (Rohil) mengaku telah menganggarkan untuk melengkapi dan membenahi sarana dan prasarana untuk pengembangan objek wisata danau janda gatal sebesar Rp2 Milliar. Sayangnya, Anggaran yang telah dianggarkan melalui APBD Rohil hingga saat ini belum digunakan oleh instansi terkait.
"Anggarannya sudah kita masukkan di APBD Rohil tahun 2015 lalu sebesar Rp2 Milliar, namun hingga saat ini danau itu belum juga ada satupun pekerjaan yang dilakukan oleh instansi terkait. Entah apa kendalanya hingga danau janda gatal itu belum juga dikerjakan kita pun belum tau," beber Bupati Suyatno beberapa waktu lalu.
Menurut Bupati, Danau janda gatal itu tempatnya sangat strategis dan cocok bila dikembangkan sebagai tempat wisata pemancingan. Selain itu, danau janda gatal itu juga memiliki pemandangan yang sangat indah disaat air laut terjadi pasang surut.
"Apabila air laut surut maka sungai ikut mengering dan terlihat seperti lapangan Golf, sebaliknya jika air laut pasang maka danau itu akan kembali diisi oleh air yang dipenuhi berbagai jenis ikan sungai," sebutnya.
Beberapa waktu lalu jelas Bupati ada investor yang tertipu dengan pemandangan yang ada di seputaran danau janda gatal tersebut. Dimana para investor melapor kepada pemkab bahwa sangat tertarik dengan pemandangan danau janda gatal dan ingin berinvestasi untuk membangun lapangan bermain Golf.
Sayangnya, Investor tersebut saat berkunjung ke danau bertepatan dengan air surut. "kalau air surut memang terlihat cantik, tapi kalau air pasang pemandangan yang terlihat cantik itu akan tenggelam," ujarnya sembari bercanda dengan investor tersebut.
Ia juga berkeyakinan jika danau janda gatal itu dikembangkan secara maksimal, maka sangat diyakini wisata pemancingan itu akan terus ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah di tanah air. "Kenapa tidak? selain bisa melepaskan hobby memancing, pengunjung tentunya juga bisa melihat pemandangan yang indah disaat air pasang surut terjadi," tuturnya.
Agar para pengunjung bisa betah saat berlibur didanau janda gatal itu, disepuran danau itu nantinya akan dibangun cafe serta mendatangkan pedagang untuk berjualan bermacam aneka makanan dan minuman. "kita sangat yakin kalau danau itu nantinya bakal ramai dikunjungi wisatawan, untuk itu Instansi terkait kita minta untuk segera merealisasinya.
Untuk mengembangkan Objek Wisata Danau Janda Gatal sebagai wisata pemancingan, pemkab Rohil akan mengusulkan Anggaran kepemerintah Pusat sebesar Rp20 Milyar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan Objek wisata Danau Jando Gatal dengan Laus Lahan 13 Hekter.
Dukungan Untuk mengembangkan Danau Janda gatal itu telah didukung oleh berbagai Pihak, salah satu nya mantan Bupati Bengkalis Syamsurizal. Dimana eks Bupati Bengkalis itu meminta kepada Disparpora Rohil untuk mengembangkan Danau itu secara serius. Pasalnya, nama wisata Danau Janda Gatal itu termasuk unik dan perlu keseriusan pemerintah untuk mengembangkannya, "kata Samsurizal yang disampaikan oleh Kadisparpora Rohil, Zulkarnaen Nur beberapa waktu lalu, di Bagansiapiapi.
Diterangkan, sebagaimana yang diketahui Danau jando gatal ini memiliki sejarah yang cukup melegenda tentang asal muasalnya. Nama Danau Janda Gatal itu dulunya ditempati oleh masyarakat yang banyak berstatus Janda, selain itu daerahnya banyak ditumbuhi oleh Rumput liar yang apabila disentuh maka tubuh akan terasa gatal-gatal," kata Zulkarnaen.
Saat ini lanjutnya mayoritas penduduk di Danau Janda gatal masih hidup dibawah garis kemiskinan dengan menempati Rumah Layak Huni (RLH) yang diberikan oleh pemerintah. Saat ini bangunan RLH yang terbuat dari papan itu telah banyak yang lapuk dimakan waktu.
Kedepannya daerah tersebut akan kita bangun berbagai fasilitas baik untuk objek wisata maupun pemukiman masyarakat. "Di atas lahan seluas 13 Hektar itu nantinya akan dibangun Objek wisata Kolam Pancing. Karena danau itu lahannya terpisah-pisah maka kita akan membangun jembatan penghubung antara danau satu ke danau yang lainnya dengan menggunakan jembatan Gantung yang terbuat dari kayu," ujar Zulkarnaen.
Selain juga akan membangun Pos Penjagaan beserta tempat tinggalnya. "Saat ini kita masih dalam tahap mengurus Surat Keterangan Tanah (SKT) danau janda gatal, karena apabila SKT nya tidak ada maka kita tidak bisa mengusulkan anggaran ke pemerintah Pusat," pungkasnya.
Berbagai Objek wisata Kabupaten Rokan Hilir yang saat ini belum dikembangkan secara maksimal seperti Pinggiran Sungai Rokan, Tempat pemandian air panas, Pulau tilan, danau Napangga, Pulau jemur, Jembatan Kembar Pedamaran I dan II, Parit Bay Park termasuk Wisata Danau Janda Gatal akan dipromosikan melalui You Tube dengan melakukan kerjasama dengan Infokom Propinsi Riau.
"kita telah lakukan kerjasama dengan Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Propinsi Riau untuk memasukan Potensi Wisata Rohil ke You Tube. Dengan begitu Potensi yang ada akan diketahui dan dikenal oleh masyarakat luas baik dalam negeri maupun Manca Negara," Kata Kadisparpora Rohil, Zulkarnaen belum lama ini, di Bagansiapiapi.
Untuk mempromosikan daerah lewat you tube tersebut tentunya memerlukan anggaran yang cukup besar. Anggaran dimaksud yakni untuk melakukan pembangunan serta pengembangan Objek wisata yang ada seperti pembersihan tepi sungai Rokan, karena sungai Rokan ini berhadapan langsung dengan Kantor Bupati Rohil," kata Zulkarnaen.
Dijelaskan, Wisata Sungai Rokan ini ada dua versi yang pertama melakukan Pembersihan dan yang kedua melakukan pembangunan jalan setapak menuju Parit Atmo. karena Wisata sungai Rokan ini sangatlah Luas sehingga harus memerlukan anggaran yang cukup besar untuk mengembangkan nya.
Disparpora Rohil berjanji akan mengupayakan untuk mengembangkan berbagai Objek Wisata yang ada di Rokan Hilir secara Bertahap. Apalagi wisata Sungai Rokan ini banyak digemari oleh masyarakat untuk berrekreasi bersama keluarga. Karena selain tempatnya indah juga udaranya masih segar alami, "tuturnya.
diterangkannya lagi, Beberapa waktu yang lalu Wisatawan dari Kota Dumai berkunjung ke Rohil dengan menggunakan 37 Bus Wisata untuk Potensi Wisata seperti Sungai Rokan, Jembatan Pedamaran, Museum sejarah, museum Tionghoa, Danau Janda gatal dan wisata lainnya. Nah, ini tentunya suatu pertanda objek wisata Rokan Hilir diminati dan digemari oleh masyrakat luas, "Ujar Zulkarnaen.
Apabila itu nantinya terealisasi maka Rokan Hilir akan sering dikunjungi oleh para wisatan lokal maupun manca negara. "kalau saat ini Objek wisata Rohil yang telah berkembang dan masuk didalam kelender Nasional hanya Ritual Bakar Tongkang," sebutnya.
Jika semua pendukungnya telah terealisasi dengan baik, maka kita akan siap melakukan Promosi Potensi Wisata yang ada melalui You Tube. Dengan begitu apa yang ada di daerah akan diketahui dan dilihat oleh masyarakat.
Memang semuanya harus dimulai dengan cepat, meskipun tak sedikit daerah yang ingin dikembangkan oleh Pemkab Rohil dengan keterbatasan dana. Untuk itulah pemkab Rohil membuka peluang bagi investor yang ingin menanamkan modal sehingganya sarana bisa dilengkapi dengan cepat.(DW)