kabarmelayu.com,ROHIL - Even
Bakar Tongkang kembali sukses digelar, Rabu (1/7/2026). Ribuan turis domestik hingga mancanegara berkumpul di kota Bagansiapiapi sebagai pusat kegiatan. Ritual tahunan masyarakat Tionghoa ini pun akhirnya tercatat sebagai salah satu event unggulan yang ada di provinsi Riau khususnya di kabupaten Rokan Hilir.
Kesusksesan ini pun tak lepas dari campur tangan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia dalam melakukan promosi. Dalam even Bakar Tongkang ini sendiri, dukungan Kementrian Pariwisata tak hanya melalui promosi namun juga sarana dan prasarana pendukung kesuksesan kegiatan.
Hal ini diungkapkan oleh pihak Kementerian Pariwisata RI, diwakili Analis Kebijakan Ahli Muda Kusdiana Lusi Kartikasari SE. M.Dig.Mkt usai menyaksikan langsung replika Kapal Tongkang di bakar.
"Bakar Tongkang pada tahun ini kembali masuk dalam program unggulan yang ada di kementerian pariwisata yaitu Kharisma Even Nusantara (KEN). tahun ini ada 125 event seluruh Indonesia yang sudah melewati proses kurasi ketat dan bakar tongkang salah satunya.Menurut kami ini salah satu keunggulan, sebagai simbol pemerintah daerah yang bekerja sama dengan masyarakat sekitarkhususnya penyelenggara yaitu bapak Sugianto dalam rangka melestarikan kebudayaan yang ada di sekitar kabupaten Hlir serta meningkatkan industri pariwisata yang ada di sini," terangnya.
Dikatakan, melalui program Karisma Even Nusantara pihak kementerian pariwisata memberikan dukungan secara intens.
"Dukungan yang kementrian Pariwisata berikan diantaranya dari sisi promosi kemudian sarana prasarana misalkan nih dari beberapa baliho baliho untuk promosi bakar tongkang ituyang ada di sekitar kabupaten Rokan Hilir itu menjadi salah satu dukungan kami karena kami menginginkan agar even ini semakin banyak diketahui oleh masyarakat luas. Untuk sarana prasarana juga ada beberapa yang terkait dengan produksi event hingga beberapa toilet portabel yang ada di lokasi acara untuk bisa digunakan oleh para pengunjung," paparnya.
Ia mengaku cukup terkesan melihat animo masyarakat yang tumpah ruah.
"Kami menilai kegiatan ini menjadi simbol dari toleransi yang ada di kabupaten Hilir. Semua kebudayaan dengan latar belakang yang berbeda-beda berkumpul di sini dan juga merayakan pariwisata serta keunikan dari kebudayaan yang ada disini," tutupnya.