Kemenpar dan Asian Development Bank Tertarik Kembangkan Wisata di Riau

Harijal - Rabu, 01 Februari 2017 15:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/02/7d979c022017_bukan_hanya_candi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman (baju hitam) dan rombongan saat mengunjungi Istana Siak. (Dispar Riau)

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Beberapa hari yang lalu pihak Kementerian Pariwisata dan Konsultan Asian Development Bank (ADB) berkujung langsung ke beberapa destinasi wisata di Riau. Salah satunya yang dikunjungi adalah Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Riau.

Setelah menerima penjelasan dan melihat langsung ke lokasi, pihak Kementerian Pariwisata dan ADB, tertarik untuk mengembangkan wisata berbasis budaya di Riau. Tak terkecuali Istana Siak, yang sudah masuk sebagai Destinasi Wisata Heritage.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman kepada wartawan, Rabu (1/2/2017) usai mengikuti acara perang air di Meranti, dan langsung melakukan kunjungan ke Istana Siak di Kabupaten Siak.

"Istana Siak yang dalam waktu dekat ini akan menjadi warisan budaya nasional juga akan diajukan dan didorong sebagai wisata heritage. Jadi pemerintah provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata telah melakukan pemaparan tentang istana siak sebagai wisata heritage, baik ke Kemenpar maupun ke Konsultan bank ADB," ujar Fahmizal Usman.

Kementerian Pariwisata yang baru baru ini menurunkan team nya bersama Konsultan Asian Development Bank juga telah mendapatkan pemaparan sekaligus melihat potensi wisata di Riau. "Salah satu yang kita (Pemprov Riau,red), dorong adalah Istana Siak," paparnya.

Dalam kunjungannya ini, Kadis Pariwisata Riau langsung melakukan uji coba dan survey ke Istana Siak sebagai destinasi kedua setelah adanya festival perang air yang ada di Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Insya Allah, tahun depan Dinas Pariwisata Provinsi Riau dapat membuat sebuah paket wisata yang nantinya bisa dijual para agen-agen travel, baik skala nasional maupun lokal," tukasnya.

Apalagi kata Fahmizal, Istana Siak saat ini sudah masuk dalam kategori "Destinasi Wisata Warisan Budaya Nasional".

"Jadi kedepannya, dengan paket wisata yang kita buat, para pengunjung atau wisman, setelah menyaksikan "perang air" di Meranti, bisa langsung dapat mengunjungi Istana Siak dan menikmati keindahannya serta berbagai macam kulinernya," tandasnya.

Salah satu tempat kuliner yang terdekat dari Istana Siak kata Fahmi, adalah Rumah Makan Hafiz. Rumah makan ini terdapat di Water Front City Siak .

"Ini selain dekat, juga menyediakan beragam kuliner. Dari hasil survey, ternyata kebanyakan pelancong atau wisman mancanegara suka singgah dan mencicipi makanan khas seperti soup ikan tenggiri, kakap dan lainya. Setelah saya cek, harganya pun relatif murah yaitu hanya Rp35 ribu per porsi," tukasnya.

Menurut kesaksian para turis, menu di Rumah makan ini, soupnya sangat segar dan gurih. "Ini yang membuat pelancong ingin kembali lg ke Istana Siak. Dan ini juga perlu kita dorong, untuk dipromosikan ke mancanegara," pungkasnya.

(gonews.co)

Berita Terkait

Wisata

10 Nama Calon Pimpinan Baznas Riau Diserahkan ke Gubernur

Wisata

Operasi Patuh LK 2026 Dimulai, Ini Sasaran Polresta Pekanbaru

Wisata

Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026

Wisata

Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau

Wisata

Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya

Wisata

Dolfie Rompas Minta Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Klarifikasi Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura