Asyik...Ada Buaya di Hutan Kota Kawasan Jalan Diponegoro

Harijal - Sabtu, 21 Januari 2017 11:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/01/f4c124012017_ada_buaya.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
riaupos.co
BUAYA: Seekor buaya dipelihara di Hutan Kota Diponegoro, di kawasan Jalan Diponegoro. Foto diambil pada Kamis (19/1/2017).

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Bagi warga kota yang sudah lama tidak pernah menyambangi hutan kota, luangkanlah waktu akhir pekan ini. Karena diam-diam hutan yang berada di kawasan Jalan Diponegoro ini ternyata memiliki peliharaan buaya. Ukurannya sudah cukup panjang dan giginya sangat tajam. Tapi, tidak perlu khawatir untuk membawa anak karena buaya ini dikurung dalam kandang besi.

Untuk melihatnya, pengunjung perlu masuk agak jauh ke dalam. Sebenarnya peliharaan buas ini bukan barang baru disini. Menurut perawatnya, buaya ini sudah eksis di hutan kota sejak 2012. Pengawas buaya-buaya ini yang bernama Sahdan menyebutkan, dulunya ada dua ekot buaya dalam kurungan tersebut. Karena berebut makanan salah seekor terluka dan mati. Namun ketika ditanya darimana asalnya, Sahdan sepertinya bingung.

’’Saya kurang tau juga ya asal muasal buaya ini. Soalnya saya baru juga di sini. Katanya dulu ada warga yang nemu terus dikasih ke sini untuk dirawat,’’ jawab Sahdan sekenanya kepada wartawan.

Untuk perawatan, Sahdan memberikan makanan seperti ikan patin, ikan nila segar, daging ayam dan lainnya. Buaya ini diberi makan tiga kali sehari. Untuk sekali makan, reptil ini bisa makan hingga dua kilogram. Reptil air yang berukuran lebih kurang 2,5 meter ini hidup dalam bekas sangkar burung dengan kondisi pagar berkarat dan atap yang mulai keropos.

Sahdan mengaku, dirinya hanya bertugas sebagai pengawas. Untuk detail buaya tersebut seperti kelamin, siapa yang bertanggungjawab, dirinya tidak mengetahui. Bahkan ternyata Sahdan juga takut sama buaya ini.’’Nggak tahu, soalnya nggak berani ngelihat. Biasanya yang ngasih makan tu yang tahu. Kan dia berani, udah terbiasa,’’  katanya.

Ternyata tidak semua pengunjung tahu keberadaan buaya ini. Salah seorang pengunjung bernama David (30) yang mengaku sering main di hutan kota, tapi sama sekali tidak tahu bahwa disana ada buaya. Malah ketika disebutkan ada buaya di hutan kota, David malah terkejut.

Sementara itu Pengunjung lainnya bernama Onny (20) sudah tahu keberadaan buaya itu. Bahkan dirinya mengaku sudah tahun buaya itu sudah ada sejak tahun 2012 lalu. Namun menurutnya, buaya itu tidak terurus dengan benar.

Bahkan kandangnya yang berkarat dinilai sudah tidak layak lagi untuk sang predator.

(riaupos.co)

 

Berita Terkait

Wisata

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Wisata

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Wisata

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Wisata

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Wisata

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Wisata

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru