Sandiaga akan Jadikan Palau Rupat Beranda Terdepan Pariwisata Indonesia

Harijal - Minggu, 12 September 2021 21:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/09/b31a5c092021_untitled17.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

KAMPAR - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ingin menjadikan Pulau Rupat , Bengkalis, Riau sebagai beranda terdepan pariwisata Indonesia. 

Pulau Rupat merupakan pulau terluar di bagian barat Indonesia. Berbatasan langsung dangan negeri jiran Malaysia. 

Pada lawatannya di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, provinsi Riau, Minggu (12/9/2021). Sandiaga menyebut, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pulau Rupat, lokasinya sangat strategis lantaran dekat dengan Malaka, Malaysia. 

"KSPN Pulau Rupat saat ini salah satu yang sedang dibahas dan ditingkatkan, lokasinya sangat strategis," kata Sandiaga Uno. 

Diungkapkan Sandiaga, bahwa ia pernah berkunjung ke Kota Malaka. Ia melihat sektor pariwisata disana memiliki jumlah kunjungan wisatawan tertinggi di Malaysia, sehingga bisa dibuat Travel Bubble atau Koridor perjalanan antar negara di tengah pandemi. 

"Saya pernah berkunjung ke Malaka, sektor pariwisata disana sangat baik dan dekat dengan Rupat. Sehingga bisa dibuat Travel Bubble yang berkaitan dengan Travel Pattern," kata Sandiaga.

"KSPN Pulau Rupat saat ini sedang kita kembangkan, kaitannya dengan rekan-rekan KL [Kementerian/Lembaga] lainya, Kementerian PUPR dan Bappenas. Ini akan kita sinergikan dan solidkan agar Pulau Rupat ini menjadi beranda terdepan pariwisata Indonesia," ujar Sandiaga. 

Travel Pattern yang dimaksud Sandiaga adalah suatu pola perjalanan yang dirancang, dibangun, dan dikemas menjadi suatu komoditi yang layak untuk dinikmati. 

Pembuatan Travel Pattern dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan dan juga mendorong pemerataan pembangunan pariwisata di daerah.

Sementara, Gubernur Riau, Syamsuar menuturkan, di Pulau Rupat sudah ada desa-desa wisata, hotel dan homestay, cottage, pusat kuliner, kriya dan agenda pariwisata budaya. Kemudian, destinasi wisata bahari Beting Aceh, Pantai Teluk Rhu, Pantai Pesona, dan Pantai Ketapang. 

"Riau punya wisata bahari Pulau Rupat, di seberangnya kota Malaka yang jaraknya hanya 45 kilo meter. Destinasi wisata bahari di Pulau Rupat terdapat pasir putih dan desa wisata yang bisa memikat wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara," tandas Syamsuar.

(MCR)

Berita Terkait

Wisata

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Wisata

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎

Wisata

RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal

Wisata

Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal

Wisata

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih

Wisata

Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief: Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM