Inilah Atraksi Unik Desa Wisata Koto Masjid yang Dikunjungi Sandiaga Uno

Harijal - Minggu, 12 September 2021 18:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/09/2e98c7092021_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Menparekraf Sandiaga Uno (mengenakan kostum biru), berbincang bersama Gubernur Riau, Syamsuar sebagai pembina desa wisata, di Puncak Kompe, Kampar, Riau, Minggu (12/9/2021)

PEKANBARU - Menparekraf Sandiaga Uno tiba di tanah kelahirannya di Pekanbaru, Riau, pada Minggu (12/9/2021). Ia datang disambut Gubernur Riau, Syamsuar dan Kepala Dispar Riau, Roni Rakhmat. 

Dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sandiaga langsung bertolak ke Desa Wisata Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar Riau. 

Menempuh perjalanan 2 jam, Sandiaga tiba di desa wisata yang dijuluki Kampung Patin itu, tepatnya di objek wisata alam Puncak Kompe. Warga desa setempat menyuguhi atraksi seni budaya, tari persembahan, pencak silat perisai, musik tradisional gobano, dan tarian losung.

Di tempat wisata yang mirip Raja Empat itu, Sandiaga menikmati pesona Danau Koto Panjang dan gugusan pulau sembari menelusuri sentra parekraf suvenir, pembuatan olahan patin, kriya, dan fesyen batik khas Kampar.

Lalu, ia juga diajak warga manyaksikan, ritual adat budaya tahunan memperingati desa yang terendam "Mengonang Kampung Lamo" (mengenang kampung lama) asal mula Desa Koto Masjid.

“Hari ini kita melihat bahwa Desa Wisata Koto Mesjid sudah menjadi inspirasi, sudah menjadi satu semangat kita semua untuk kebangkitan ekonomi, khususnya ekonomi masyarakat lokal. Desa Wisata Koto Mesjid membuktikkan bahwa dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi kemajuan suatu desa,” kata Menparekraf Sandiaga.

Desa Wisata Koto Masjid memiliki beragam kuliner dari olahan ikan patin, diantaranya kerupuk patin, abon patin, bakso patin, siomay patin hingga es dawet patin.

Selain itu, desa peraih 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 ini, juga memiliki daya tarik wisata rumah produksi kriya dari bambu, lidi sawit, rotan dan pandan. Kemudian, objek wisata alam air terjun sungai gagak, lembah aman, dan talau pusako.

Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, Riau memiliki 1.859 desa/kelurahan. Dari jumlah ini, sebanyak 123 desa telah dicanangkan sebagai desa wisata dengan kategori alam, budaya, ekonomi kreatif, buatan, dan dengan produk wisata atraksi, edukasi, kuliner dan lainnya.

"Alhamdulillah Desa Wisata Koto Masjid di Kabupaten Kampar lolos 50 besar Anugerah Pariwisata Indonesia tahun ini. Insya Allah kedatangan pak Menteri Sandiaga Uno, diharapkan bisa membawa kemajuan sektor pariwisata di Provinsi Riau," ujar Gubernur Riau, Syamsuar. 

"Kami memberikan apresiasi program ADWI 2021 Kemenparekraf. Semoga mampu mendorong semua pelaku parekraf sehingga bisa menjadikan desa wisata yang mampu berkembang dalam menopang perekonomian bangsa Indonesia menjadi kuat, dan bangkit kembali dari dampak COVID-19," tutur Gubernur Riau. 

Desa Koto Wisata Masjid menyediakan 18 homestay yang masih berkonsep rumah warga. Diberi nama Homestay Patin 1 hingga 18. Lalu juga ada rumah daur ulang kreatif sebagai pemanfaatan limbah. Keberadaanya selain untuk mengurangi sampah juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. 

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Riau, Roni Rakhmat menjelaskan pada ajang ADWI 2021 dari total 123 desa wisata di Riau, hanya ada 41 desa yang ikut mendaftar. Setelah melalui proses kurasi dewan juri hanya 1 desa dari Riau yang berhasil lolos. 

"ADWI 2021 diharapkan mampu menjadi pemantik kebangkitan sektor pariwisata yang saat ini  terdampak pandemi COVID-19. Kami optimis program desa wisata terus tumbuh sebagai pariwisata alternatif sehingga sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi daerah," tandasnya.(MCR)

Berita Terkait

Wisata

Hotspot Riau Bertambah Lagi, Sumatera Melonjak 2.396 Titik!

Wisata

Warga Dumai Dikejutkan Suara Dentuman, Cahaya Kemerahan Muncul dari Arah Kilang Pertamina Dumai

Wisata

Luiz Motta, Pemain Asing Ketiga yang Bergabung Bersama PSPS Musim 2026-2027

Wisata

HPN 2027 Lampung Inklusif dan Kolaboratif

Wisata

Jikalahari Ungkap 583 Hektare Karhutla Gambut Riau Terjadi di Konsesi Korporasi

Wisata

Polisi Tertibkan PETI di Kuansing, Dua Rakit Dompeng Dimusnahkan