Sandiaga Uno Umumkan 300 Desa Wisata Masuk ADWI 2021, 8 dari Riau

Harijal - Kamis, 19 Agustus 2021 20:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/08/353cbb082021_untitled8.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa
Pantai Pesona di Desa Wisata Teluk Rhu, Bengkalis, Riau.

PEKANBARU - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno merilis 300 besar desa wisata yang masuk dalam ajang Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021. Ia mencatat ada 8 desa wisata di Riau yang masuk dalam perhelatan tersebut. 

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 bertema 'Indonesia Bangkit' ini merupakan penganugerahan desa wisata terbesar di Indonesia. 

Adapun 8 desa wisata di Riau yang masuk dalam ADWI 2021 adalah, Desa Wisata Teluk Rhu, Kabupaten Bengkalis, Desa wisata Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Desa wisata Aliantan, Kabupaten Rokan Hulu. 

Kemudian, Desa Wisata Bangko Mukti, Kabupaten Rokan Hilir, Desa Wisata Dayun, Kabupaten Siak, Desa wisata Tabing Tinggi Okura, Kota Pekanbaru, Desa wisata Bono, dan Desa wisata Kuala Terusan, di Kabupaten Pelalawan.

Berdasarkan data Kemenparekraf tahun 2021, tercatat lebih dari 70,000 desa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Melalui ADWI 2021, dalam mewujudkan desa wisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit, sebanyak 1.831 peserta desa wisata telah mendaftar dari 34 provinsi di Indonesia. 

"Alhamdulillah dengan sangat bangga mempersembahkan 1.831 peserta desa wisata, yang telah mendaftar dari 34 provinsi di Indonesia. Melebihi dari target 700 desa wisata sebelumnya. Hal ini merupakan apresiasi dan antusiasme yang sangat tinggi, dari para pengelola desa wisata di seluruh Indonesia," kata Menparekraf Sandiaga, melaui keterangan resmi, Kamis (19/8/2021). 

Ia menyebutkan, rangkaian ADWI 2021, sudah sampai tahap kurasi. Berdasarkan penilaian dewan kurator terhadap 7 kategori penilaian, klasifikasi desa wisata dan kelengkapan data melalui website jadesta.com (Jejaring Desa Wisata).

"Dengan bangga, ada 300 besar desa wisata Anugerah Desa Wisata 2021 dari seluruh Indonesia, siap menjadi pionir dalam kebangkitan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dalam kegiatan Anugerah Desa Wisata Indonesia," kata Menparekraf. 

Sandiaga mengatakan, bahwa hasil ini didapat setelah melewati serangkaian tahap kurasi dan penilaian dari dewan kurator.

"Tetap semangat bagi yang belum terpilih, jangan berhenti berinovasi dan tingkatkan kolaborasi. Melalui ADWI 2021, kita akan susun rencana pengembangan desa-desa wisata di seluruh Indonesia oleh Kemenparekraf untuk mewujudkan desa wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berkelas dunia untuk Indonesia Bangkit," tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat menuturkan, bahwa ada 41 desa wisata di Riau yang ikut serta ADWI 2021. Namun, hanya 8 desa wisata yang berhasil lolos kurasi. 

"Dewan kurator telah melakukan terhadap 7 kategori penilaian yakni, CHSE, Toilet, Suvenir (Kuliner, Kriya, Fesyen), Homestay, Daya Tarik Wisata, Digital dan Konten Kreatif. Alhamdulillah ada 8 desa wisata di Riau yang lolos dari penilaian," ujar Kadispar Riau, Roni Rakhmat. 

Ia memaparkan, Riau memiliki 1.859 desa/kelurahan. Dari jumlah ini, sebanyak 121 desa telah dicanangkan sebagai desa wisata dengan kategori alam, budaya, ekonomi kreatif, buatan, dan dengan produk wisata atraksi, edukasi, kuliner dan lainnya.

Roni berharap, ADWI 2021 dapat mendorong semua pelaku wisata dan industri kreatif, untuk dapat menjadikan desa wisata mampu berkembang dalam menopang perekonomian bangsa Indonesia menjadi kuat, dan bangkit kembali dari dampak COVID-19. 

"Program desa wisata terus tumbuh sebagai pariwisata alternatif. Diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan dan kesejahteraan masyarakat terutama di masa pandemi COVID-19," harap Roni. 

"Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas desa wisata ini, juga diharapkan kesejahteraan masyarakat akan tercapai dan pariwisata sebagai salah satu sumber penerimaan daerah akan terwujud. Sebagaimana diketahui, sektor pariwisata merupakan program prioritas Gubernur Riau guna mewujudkan Pariwisata Riau yang berdaya saing," tandasnya.(mcr)

Berita Terkait

Wisata

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Wisata

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Wisata

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎

Wisata

RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal

Wisata

Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal

Wisata

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih