Mumi Berusia 3.000 Tahun Terdengar Mengeluarkan Suara

Harijal - Senin, 27 Januari 2020 10:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/01/4ed74f012020_untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi Mumi. (Diolah dari thinkstock)

JAKARTA - Sejumlah ilmuwan dari Universitas of London berhasil mendengarkan suara mumi Nesyamun berusia 3.000 tahun.

Semasa hidupnya, Nesyamun merupakan seorang pendeta Mesir yang suka bernyanyi dan mengucapkan kata-kata penyembahan di Kuil Karnak, Thebes, Mesir.

Dikutip The New York Times, dengan bantuan saluran suara 3D yang dibuat mirip mulut dan tenggorokan Nesyamun dan dipindai melalui CT scan.

"Suara yang keluar karena laringnya hidup kembali," kata Ilmuwan David Howard.

Keberhasilan Howard dan tim itu diterbitkan melalui jurnal ilmiah berjudul Synthesis of a Vocal Sound from the 3,000 year old Mummy, Nesyamun 'True of Voice' dan diunggah di situs Nature.com.

Mumi Nesyamun mengeluarkan suara "ah" dan "eh" dan dua kata yaitu "bad" (buruk) dan "bed" (tempat tidur).

Saat Nesyamun mulai mengeluarkan suara, Howard menggunakan pengeras suara yang sudah disematkan aliran suara 3D. Lalu, dia menghubungkan pengeras suara itu ke komputer untuk membentuk gelombang elektronik.

"Suatu hari, sangat mungkin untuk [Nesyamun] untuk menghasilkan kata-kata lain dan mirip dengan kita [manusia]," tuturnya.

Selain itu, Howard dan tim berencana akan memodifikasi perangkat lunak komputer yang dipakai untuk mentransmisikan suara dari saluran suara 3D, untuk memperkirakan berapa ukuran dan pergerakan lidah serta posisi rahang Nesyamun.

Kendati demikian, sejumlah ilmuwan menilai suara yang dihasilkan mumi perlu pengkajian lebih dalam.

Piero Cosi, seorang ilmuwan Italia dari Institute of Cognitive Sciences & Technologies mengatakan pemanfaatan aliran suara 3D belum bisa menghasilkan suara asli dari mumi tersebut.

"Deskripsi 3D geometris, tidak dapat membangun kembali suara aslinya [Nesyamun]," tegasnya.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Iptek

Ternyata Wabup Kuansing Sempat Diperiksa KPK Saat OTT Bupati dan Sekda

Iptek

Lapas Bagansiapiapi Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Riau

Iptek

Mukhlisin Terima SK Plt Bupati Kuansing

Iptek

Hadapi Perang Modern, Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara"

Iptek

Bupati Siak Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia

Iptek

Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026