Peneliti Ingatkan Bahaya Melihat Gerhana Matahari Cincin

Harijal - Rabu, 25 Desember 2019 15:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/82eddd122019_untitled10.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Gerhana Matahari Cincin (Dok BMKG)

JAKARTA - Peneliti Planetarium dan Observatorium Jakarta, Widya Sawitar mengingatkan bahaya yang mungkin timbul jika warga melihat langsung fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) maupun Sebagian dengan cara tak aman.

Menurut Widya, warga sebaiknya tak menatap gerhana terlalu lama. Selain itu, masyarakat juga harus menggunakan filter optik yang dirancang khusus untuk mengamati GMC.

"Jangan sekali-kali melihat fenomena Gerhana Matahari terlalu lama secara langsung, berbahaya bagi mata. Apalagi dengan peranti optis seperti binokuler atau teleskop tanpa filter khusus," tulis Widya pada artikel "Menyambut Gerhana Matahari 26 Desember 2019" di laman resmi Planetarium Jakarta.

"Sebab, dapat membuat kesehatan mata secara serius bahkan pada taraf tertentu dapat menyebabkan kebutaan."

Dr. B. Ralph Chou, Presiden dari Royal Astronomical Society di Kanada dan mantan optometri pun menyatakan hal serupa. Optometri adalah profesi yang menangani kesehatan mata.

Risiko kesehatan mata memang bisa terjadi tergantung dari berapa sering dan berapa lama mereka menatap gerhana. Menatap langsung gerhana tanpa filter bisa membakar retina dan merusak bagian penglihatan ini. Fenomena ini dikenal sebagai kebutaan gerhana. Hal ini bisa membuat gangguan penglihatan sementara atau permanen.

Menurutnya tidak ada tanda-tanda langsung atau rasa sakit ketika retina mata rusak. Karena retina mata tak punya syaraf rasa sakit. Menurut Chou, efek kerusakan retina setelah melihat gerhana baru terasa setelah 12 jam. Terutama ketika seseorang baru bangun dari tidur dan merasa penglihatannya terganggu.

"Mereka tak bisa melihat wajah mereka di cermin, mereka tidak bisa membaca dengan jelas, mereka kesulitan melihat penanda alan, dan pandangan mereka kerap kabur," jelasnya, seperti dikutip Time.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Iptek

Ternyata Wabup Kuansing Sempat Diperiksa KPK Saat OTT Bupati dan Sekda

Iptek

Lapas Bagansiapiapi Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Riau

Iptek

Mukhlisin Terima SK Plt Bupati Kuansing

Iptek

Hadapi Perang Modern, Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara"

Iptek

Bupati Siak Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia

Iptek

Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026