Ilmuwan Asing Temukan Lebah Raksasa di Indonesia

Harijal - Sabtu, 23 Februari 2019 11:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/02/035ed6022019_00000auntitled9.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Istockphoto/macroart)
Ilustrasi lebah.

JAKARTA - Tim peneliti yang terdiri dari ahli ilmu burung, ahli ilmu serangga, dan ahli ekologi perilaku menemukan lebah terbesar di dunia yang ada di Maluku Utara. Lebah yang memiliki ukuran sebesar ibu jari orang dewasa ini sempat dinyatakan punah.

Clay Bolt, Eli Wyman, dan Glenn Chilton menghabiskan waktu selama bertahun-tahun mempelajari dan mengumpulkan informasi soal lebah raksasa Wallace dari penelitian Adam Messer sebelum menyambangi Maluku Utara. 

Mereka juga mengumpulkan informasi tentang habitat dan perilaku lebah lewat citra satelit sebelum turun ke lapangan.

Dilaporkan CNN, temuan ini memperbesar harapan spesies penghuni hutan liat yang berada di ambang kepunahan. International Union for Conservation of Nature mengklasifikasikan lebah ini dalam kelompok rentan akibat adanya penambangan dan penggalian di hutan.

Tercatat hanya ada dua peneliti beruntung yang pernah berjumpa sebelumnya dengan lebah raksasa bernama latin Megachile Pluto ini. Pertama, adalah naturalis Inggris Alfred Russel Wallace pada 1958 saat mengeksplor pulau Bacan, Maluku Utara. Kedua, adalah ahli entomologi Adam Messer pada 38 tahun lalu, tepatnya pada 1981.

Proses pencarian

Tim mencari dari satu sarang ke sarang lainnya di hutan dan pulau-pulau terpencil di Maluku Utara. Dibantu pemandu lokal, para peneliti berhasil menemukan lebah raksasa ini di dalam gundukan di tengah hutan setelah melakukan pencarian selama lima hari.

Bolt yang sempat naik ke pohon dan melihat lebih dekat sarang lebah mendapati seekor lebah raksasa. Ia kemudian memastikan telah melihat seekor lebah raksasa di dalam sarang tersebut.

"Itu adalah momen yang luar biasa," imbuh Bolt yang mengatakan timnya kemudian mengabadikan lebah itu.

Kendati terdengar menakutkan bagi orang awam, namun tim peneliti justru butuh waktu beberapa jam lantaran lebah jenis ini tergolong pemalu.

Simon Robson, ahli ekologi yang terlibat dalam misi mengatakan lebah raksasa ini tidak terlalu agresif. 

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Iptek

Dari Kampung Bungsur, Polda Riau Kibarkan Merah Putih, Masyarakat Bergembira Rayakan HUT RI

Iptek

Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit

Iptek

Kecanduan Judi Online, Anak Gelapkan Duit Orang Tua Rp125 Juta

Iptek

Perdana di Sumatera, Faster Battery Rangkul Ratusan Pelanggan dalam Customer Gathering di Pekanbaru

Iptek

Laporan Pembobolan Kamar Diduga Mandek di Polsek Batang Gansal

Iptek

Update Gempa NTT: 47 Meninggal, Lebih dari 5.000 Orang Mengungsi