Ilmuwan Temukan Gua Bawah Laut Terbesar di Dunia

Harijal - Jumat, 19 Januari 2018 09:04 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/01/caf5d7012018_0000untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: GAM)

CIUDAD DE MEXICO - Setelah 10 bulan melakukan penjelajahan, para ilmuwan di Meksiko menemukan gua terbesar di dunia yang benar-benar merupakan sebuah keajaiban alam bawah laut. Gua menakjubkan sepanjang 347 kilometer ini juga merupakan temuan arkeologi penting, yang bisa mengungkapkan banyak rahasia peradaban Maya kuno.

"Gua besar ini merupakan situs arkeologi terendam yang paling penting di dunia. Gua ini memiliki lebih dari seratus konteks arkeologi, di antaranya adalah bukti pemukim pertama di Amerika, fauna punah, dan, tentu saja, peradaban Maya," kata arkeolog bawah air, Guillermo de Anda, dari Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Meksiko.

De Anda mengepalai Great Maya Aquifer Project (GAM), sebuah usaha penelitian yang selama beberapa dekade menjelajahi gua-gua bawah laut di negara bagian Meksiko, Quintana Roo, yang terletak di garis pantai Karibia di Semenanjung Yucatan.

Wilayah tersebut memiliki 385 sistem gua bawah laut yang menakjubkan, mempersembahkan sekira 1.400 kilometer terowongan air tawar yang tersembunyi di bawah permukaan air, sebagaimana dilaporkan dari Science Alert.

Di antara jaringan yang luas ini, sebuah temuan yang luar biasa muncul minggu lalu. Disebut Sistem Sac Actun, gua raksasa ini sangat besar sehingga sebelumnya para peneliti mengira bahwa ia adalah dua sistem gua yang berbeda.

Sebelumnya, sistem lain yang disebut Dos Ojos (‘dua mata’) berukuran 93 kilometer, dianggap tidak sama dengan Sac Actun. Namun, 10 bulan penyelidikan di bawah laut membuktikan bahwa keduanya sebenarnya adalah satu rongga raksasa yang berkesinambungan.

"Kami mendekatinya beberapa kali. Dalam beberapa kesempatan, kami hanya berjarak satu meter dari penghubungan antara dua sistem gua besar tersebut," kata direktur eksplorasi GAM, Robert Schmittner, kepada surat kabar Meksiko, El Pais.

Para peneliti menemukan bahwa Sac Actun telah menyerap Dos Ojos. Dengan begitu, gua sepanjang 347 kilometer tersebut kini menjadi gua bawah laut yang paling terbesar di dunia, mengalahkan Sistem Ox Bel Ha, di Quintana Roo yang terbentang 270 kilometer.

Para peneliti juga mengungkap bahwa Sac Atun dapat tumbuh lebih luas lagi. Gua tersebut dapat terhubung dengan tiga sistem gua bawah laut lainnya, yang mengharuskan penyelaman lebih jauh untuk mengetahui bahwa gua itu memang menyatu.

Terdapat begitu banyak artefak peninggalan suku Maya yang menunggu untuk ditemukan dan dianalisis dalam gua tersebut.

"Kami telah mencatat lebih dari 100 elemen arkeologi, yakni sisa-sisa fauna yang telah punah, manusia purba, peninggalan Maya, keramik, dan makam Maya," kata Anda kepada media Meksiko.

Ia juga menyampaikan, begitu banyaknya peninggalan di dalam gua besar tersebut membuatnya bagaikan sebuah terowongan yang mengantar para peneliti ke zaman 10.000 hingga 12.000 tahun yang lalu.

(okezone.com)

Berita Terkait

Iptek

Ternyata Wabup Kuansing Sempat Diperiksa KPK Saat OTT Bupati dan Sekda

Iptek

Lapas Bagansiapiapi Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Riau

Iptek

Mukhlisin Terima SK Plt Bupati Kuansing

Iptek

Hadapi Perang Modern, Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara"

Iptek

Bupati Siak Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia

Iptek

Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026