Ini Perkembangan Taman Teknologi Siak

Harijal - Minggu, 20 Agustus 2017 20:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/08/426531082017_00000untitled4.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Humas Siak
Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau, Kuntoro Boga Andri saat menjelaskan perkembangan Taman Teknologi Siak kepada Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi di kediaman bupati, Jumat (18/8/2017).

SIAK, kabarmelayu.com - Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau, Kuntoro Boga Andri mengatakan, Taman Teknologi Pertanian (TTP) Siak yang berlokasi di kecamatan Sungai Mandau sudah berjalan selama dua tahun, namun pada pelaksanaannya berjalan pada bulan September 2016.

"Sejauh ini, kegiatan fisiknya sudah mencapai 50 persen, sedangkan untuk pembangunan sarana dan prasarana sudah 95 persen,” sebut Kuntoro, Jumat (18/8/2017) di kediaman Bupati. 

Sementara sambung dia, untuk kegiatan teknis dan pembinaan di lapangan seperti pembenihan padi, bawang dan itik sedang berjalan (on going) sekitar 60 persen.

Kemudian dijelaskannya, akhir tahun 2018 semuanya sudah bisa diselesaikan, dan siap diserahkan ke pemerintah kabupaten Siak. Namun demikian pihaknya akan terus melakukan pendampingan guna memantau perkembangan TTP siak, jangan sampai terbengkalai dan tidak bermanfaat. 

Kuntoro menambahkan, manfaat dari Taman Teknologi Tersebut tersebut adalah, bisa meningkatkan sumber daya manusia (petani) lokal, kemudian Kabupaten Siak akan memiliki sumber benih yang lebih dekat. 

Selama ini kita mendatang benih padi dan bawang dari Jawa, tentunya perlu biaya yang besar terlebih lagi ada penyusutan. Jadi kalau pusat pembenihan sudah ada, otomatis biaya transportasi sudah tidak ada lagi. 

Selain itu, kata dia, masyarakat akan lebih akses dengan jenis-jenis yang baru, dan perkembangan varietas yang sudah sangat baik. 

Ini sudah terbukti, di Sungai Mandau itu dulu masih menggunakan varietas lokal. Dan saat ini mereka sudah banyak pilihan,  artinya kalau tidak cocok dengan yang ini bisa beralih ke yang lain. 

Dan yang terpenting adalah, bagaimana TTP tersebut bisa melahirkan wirausaha. Calon wirausaha ini bisa belajar serta mandiri yang didukung dari pemkab untuk membuka pusat-pusat usaha baru. Namun, hakekatnya akan menjalin jaringan kuat terhadap semua komponen yang tujuannya membangun sistem pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih baik. (Man/rub)

Berita Terkait

Iptek

Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru

Iptek

526 Rumah dan Fasum di Kuansing Terdampak Banjir

Iptek

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja

Iptek

Meriah, Riau Bhayangkara Run 2026 Akan Diikuti Sepuluh Ribu Pelari

Iptek

KMP Jayapura diresmikan, Wabup Siak: Lebih Rendah dari Harga Pasar

Iptek

3.514 Sapi Kurban di Pekanbaru Dipastikan Bebas PMK