Wow! Arkeolog Temukan Benda Bersejarah Berusia 3.500 Tahun

Harijal - Sabtu, 29 Juli 2017 12:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/07/d939f7072017_0000untitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Dailymail)

BERN - Kotak makan siang berusia 3.500 tahun dengan bekas biji-bijian kuno ditemukan beku di pegunungan Swiss Alp. Benda bersejarah yang pernah ada ribuan tahun ini tampaknya dapat memberikan wawasan baru mengenai pertanian awal di Eurasia. 

Dilansir Dailymail, Sabtu (29/7/2017), kotak makan siang itu ditemukan di lapisan es yang mencair pada ketinggian 8.700 kaki atau 2.650 meter di atas permukaan laut. Para ahli menggunakan analisis mikroskopis dan molekuler untuk mengidentifikasi lipid dan protein.

Kotak makan siang pada zaman perunggu ini membantu arkeolog mengetahui tentang penyebaran dan eksploitasi biji-bijian sereal. 

Domestikasi tanaman seperti gandum adalah salah satu langkah budaya dan evolusi paling signifikan dari spesies manusia, kata para ahli. Namun, bukti mengenai hal itu dalam praktik kuliner awal tetap sulit dipahami sampai sekarang. 

Tim berharap dapat mengungkap, memetakan dan melacak perkembangan pertanian awal di wilayah Eurasia. Tim arkeolog yang dipimpin oleh peneliti University of York menemukan kotak kayu di sebuah petak es di Lötschenpass. 

Dengan menganalisis wadah itu, mereka berusaha menemukan sisa susu yang tertinggal, mungkin dari makanan sejenis bubur yang dimakan pemburu atau penggembala. Peneliti kemudian menemukan tanda berbasis lemak untuk gandum utuh atau gandum hitam yang disebut alkylresorcinols. 

Tanaman cepat terdegradasi dalam endapan arkeologi, sehingga para ilmuwan menggunakan teknik molekuler untuk mencari sisa-sisanya. "Deposit tersebut telah dipelihara karena dibekukan dalam lapisan es sampai baru-baru ini, saat es mulai mencair," kata Dr Andre Carlo Colonese. 

Menurutnya, kondisi ini sangat bagus, seolah baru ditinggalkan beberapa bulan lalu. "Ini tidak hanya signifikan untuk pengembangan masyarakat petani awal di Eurasia, tetapi juga untuk seluruh dunia seperti yang kita kenal sekarang," kata Andre. 

Berkat masyarakat Near East yang berhasil mengubah ukuran, morfologi dan produktivitas beberapa rerumputan liar sekira 10 ribu tahun lalu, gandum telah menjadi salah satu pilar ekonomi global modern. 

Proses domestikasi tanaman yang panjang dan kompleks ini memungkinkan masyarakat masa lalu untuk meningkatkan hasil tanaman dan produktivitas lahan. Ini mempengaruhi atau menyebabkan pertumbuhan populasi manusia.

(ahl/okezone)

Berita Terkait

Iptek

3.224 Hotspot di Sumatera, Sumsel 1.874, Riau Merangkak Naik

Iptek

Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD kepada Siswa

Iptek

Penganiayaan Berat di Caringin, Polisi Didesak Usut Tuntas

Iptek

Terpilih Aklamasi, Zulfadri Pimpin LPMK Tuah Negeri periode 2026- 2029

Iptek

Polda Riau Bongkar Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Tenayan Raya Pekanbaru

Iptek

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027