Wow! Ilmuwan Temukan Spesies Ikan Raksasa

Harijal - Rabu, 26 Juli 2017 08:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/07/94a59a072017_0000wowilmuwantemukanspe.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Techtimes)

SYDNEY - Ilmuwan mengklaim menemukan Hoodwinker Sunfish (Mola tecta), spesies pertama dari sunfish (ikan mola) yang ditemukan setelah bersembunyi lebih dari 100 tahun. Peneliti konon belum menemukan ikan itu sejak tiga abad. 

Dilansir Techtimes, Selasa (25/7/2017), menemukan ikan raksasa itu sulit karena hidup menyendiri. Ikan ini menyelam untuk makan di bagian laut yang dalam, di mana sulit ditemukan oleh manusia. Tidak disebutkan berapa ukuran panjang atau berat ikan tersebut.

Marianne Nyegaard dari Murdoch University, Australia dan rekan-rekannya akhirnya menemukan dan menggambarkan spesies tersebut. "Spesies ini tidak mengembangkan moncong yang menonjol, atau punggung bengkak atau ventroloid yang membengkak," kata peneliti. 

Ia melanjutkan, proporsi tubuh tetap serupa dengan pertumbuhannya. Saat melakukan analisis DNA lebih dari 150 sampel kulit ikan mola, peneliti menemukan bahwa sampel tersebut mengisyaratkan ada empat spesies hewan laut yang berbeda. 

Hanya ada tiga spesies ikan mola yang dijelaskan seperti Masturus lanceolatus, Mola mola, dan Mola ramsayi. Sekira 10 tahun lalu, periset Jepang menemukan bukti genetik berupa dari spesies ikan mola yang tidak diketahui, yang mendukung gagasan bahwa ada spesies yang tidak disebutkan namanya dan tidak dikenal. 

Untuk mengetahui seperti apa spesies baru ini, Nyegaard menggunakan media sosial untuk mencari foto ikan mola dan membangun jaringan dari orang-orang Selandia Baru dan Australia yang mungkin memberi informasi terkait ikan tersebut. 

Upaya peneliti tidak sia-sia. Pengamat dari Australia dan Selandia Baru mengirim gambar dari ikan mola yang ditemukan di laut. 

Mereka juga mengirimkan sampel ikan mola yang dikumpulkan selama patroli, yang menjadi dasar penelitian awal. "Ikan ini memiliki struktur kecil di sirip belakang yang belum pernah saya lihat di bawah sinar matahari sebelumnya," ungkap Nyegaard.

 

(ahl/okezone)

Berita Terkait

Iptek

Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru

Iptek

526 Rumah dan Fasum di Kuansing Terdampak Banjir

Iptek

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja

Iptek

Meriah, Riau Bhayangkara Run 2026 Akan Diikuti Sepuluh Ribu Pelari

Iptek

KMP Jayapura diresmikan, Wabup Siak: Lebih Rendah dari Harga Pasar

Iptek

3.514 Sapi Kurban di Pekanbaru Dipastikan Bebas PMK