Keren, Ilmuwan Temukan Gelombang Gravitasi Black Hole Anyar

Harijal - Sabtu, 01 Juli 2017 09:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/07/f59cdb072017_0000fotonasa.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: NASA

Tiga miliar tahun yang lalu, dua lubang hitam (black hole) menyatu menghasilkan lubang yang lebih besar. Dalam proses penyatuannya terdapat sebuah gelombang masif yang tersusun dari ruang waktu dan kecepatan cahaya. 

Gelombang itu akhirnya sampai ke Bumi pada 4 Januari 2017, dan tertangkap oleh alat mahasensitif milik Laser Interferometer Gravitational Wave Observatory (LIGO). Ini merupakan yang ketiga kalinya ilmuwan berhasil menangkap gelombang tersebut.

Sebelumnya gelombang serupa juga telah ditemukan ilmuwan yang diumumkan tahun lalu. "Peristiwa ini sangat mirip dengan deteksi pertama kami, namun lubang hitam dua kali lebih jauh," kata juru bicara LIGO David Shoemaker dikutip dari Wired. 

Berdasarkan penelitian sejumlah ilmuwan. gelombang dari penyatuan lubang hitam itu memiliki massa 30 kali dari matahari dibandingkan yang lainnya hanya 20 kali. 

LIGO menemukan gelombang gravitasi dengan cara mencari tekanan kecil yang diakibatkannya di Bumi. Mereka mengukur fluktuasi yang sangat kecil ini dengan presisi yang sangat teliti karena bisa mengambil kompresi atau peregangan yang 10.000 kali lebih kecil dari lebar proton. 

Untuk mencari kebenaran mengenai adanya gelombang tersebut, LIGO mencari sinyal simultan di dua observatoriumnya yakni di Livingston, Louisiana, dan yang lainnya di Hanford, Washington. 

Deteksi ini hanyalah petunjuk terakhir dalam pencarian ilmuwan untuk gelombang gravitasi. Teori gravitasi yang paling terkenal adalah relativitas umum Einstein, yang pertama kali meramalkan adanya gelombang gravitasi lebih dari seratus tahun yang lalu. 

Namun karena ilmuwan belum bisa mengatakan dengan pasti bahwa semua prediksi Einstein benar, mereka telah menyiapkan bermacam-macam teori alternatif untuk melawan teori relativitas umum. 

Dan meskipun ini hanya deteksi ketiga LIGO, hal tersebut dapat membantu untuk menetapkan bahwa observatorium dapat mendeteksi gelombang ini secara konsisten dan mengungkap kebenaran teori Einstein.

(kem/okezone)

Berita Terkait

Iptek

Bawa Pasien dari Bagansiapiapi, Ambulans Kecelakaan di Tol Permai, Tiga Tewas

Iptek

Tolak Titipan, PWI Pekanbaru Siap Dampingi Pemko Kawal SPMB 2026/2027

Iptek

Kepala Daerah Didorong Maksimalkan Forum DPR RI Dapil Riau untuk Akses APBN

Iptek

Wako Agung Nugroho Minta ASN di Tiap RW Jadi Ujung Tombak Pendataan Warga

Iptek

Hari Kedua Pencarian, Warga Bandung yang Tenggelam di Sungai Kampar Belum Ditemukan

Iptek

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Pagi Ini