Pelajari DNA Mumi, Ilmuwan Sebut Demografi Mesir Selama 1.800 Tahun Tak Alami Perubahan

Harijal - Selasa, 27 Juni 2017 13:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/06/33c352062017_00000fotopopulerscience.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Populer Science

KAIRO - Sejumlah peneliti di Jerman yang mempublikasikan di Nature Communications percaya bahwa mereka telah melakukan penelitian genetik menyeluruh pertama tentang mumi Mesir untuk menghindari kontaminasi.

Hasil mereka menunjukkan bahwa orang Mesir modern tidak memiliki banyak kesamaan, secara genetis dengan mereka yang dimakamkan di Tanah Air mereka.

Arkeolog melihat 151 mayat mumi dari semua lapisan masyarakat, mulai dari pemakaman petinggi yang mewah hingga yang sederhana, semuanya ditemukan di situs arkeologi Abusir el-Maleq. 

Secara khusus, para peneliti memusatkan perhatian pada DNA mitokondrian mumi ini. DNA kita biasanya berbicara tentang kehidupan di nukleus masing-masing sel kita dan itu berasal dari masing-masing orangtua. 

DNA mitokondria hidup di mitokondria sering disebut pembangkit tenaga sel, dan kita hanya mendapatkannya dari ibu. Meskipun tak bisa menceritakan keseluruhan kisah genetik Anda, DNA mitokondria sangat bagus untuk menunjukkan perubahan genetik dari waktu ke waktu. 

Dalam kasus ini, mereka bisa mendapatkan pembacaan yang jelas tentang DNA mitokondria dari 90 mumi, sementara hanya 3 mumi yang menghasilkan urutan DNA nuklik yang andal. 

Menurut temuan mereka, demografi Mesir tak banyak berubah selam rentang waktu di mana berbagai mumi hidup antara tahun 1400 Sebelum Masehi (SM) hingga 400 Masehi. 

"Tidak ada perubahan yang terdeteksi selama 1.800 tahun sejarah Mesir. Perubahan besar terjadi antara saat itu dan sekarang," kata penulis utama studi Johannes Krause dari Institut Max Planck untuk Ilmu Sejarah Manusia di Jerman kepada Reuters yang dikutip dari Pop Science, Selasa (27/6/2017). 

Saat itu, tampaknya mumi orang-orang Mesir sangat dekat hubungannya dengan orang-orang dari Levent, wilayah Mediterania Timur termasuk Turki modern, Israel, dan Palestina. Saat ini, orang Mesir memiliki lebih banyak DNA sub-Sahara Afrika. Sekira 8% lebih banyak keturunan mereka berasal dari wilayah ini.

(din/okezone) 

Berita Terkait

Iptek

Ternyata Wabup Kuansing Sempat Diperiksa KPK Saat OTT Bupati dan Sekda

Iptek

Lapas Bagansiapiapi Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Riau

Iptek

Mukhlisin Terima SK Plt Bupati Kuansing

Iptek

Hadapi Perang Modern, Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara"

Iptek

Bupati Siak Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia

Iptek

Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026