RPD: Eksistensi Senapan Mesin Regu Legendaris TNI/Polri

Harijal - Jumat, 27 Januari 2017 09:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/01/94392a012017_senapan_mesin.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Prajurit Marinir menggunakan RPD dalam operasi militer di Aceh.

JAKARTA - Ditengah hegemoni amunisi 5,56 x 45 mm NATO pada senjata standar TNI/Polri, maka perlahan-lahan amunisi kaliber 7,62 x 39 mm mulai terpinggirkan.

Namun dengan populasi yang kian terbatas, kini selain AK-47 masih ada jenis senapan mesin yang masih eksis digunakan satuan TNI dan Polri, bahkan bisa dibilang senjata yang masuk kategori senapan mesin regu ini sudah teramat legendaris.

Maklum debutnya sudah dimulai sejak era Perang Dunia II. Di Indonesia senapan yang diberi label RPD (Ruchnoy Pulemet Degtyarova) mulai digunakan jelang Operasi Trikora.

Dalam klasifikasi internasional, RPD masuk kategori light machine gun dan squad automatic weapon. Bila disandingkan dengan senjata berstandar NATO, peran RPD bisa disandingkan dengan Ultimax 100 dan FN Minimi. Dibangun di era imperium Uni Soviet, senjata ini dirancang oleh Vasily Degtyaryov.

Lahir dalam kancah Perang Dingin, RPD resmi dioperasikan Tentara Merah pada awal 1950. Selain laris manis digunakan dibanyak negara, seperti biasa senjata ini juga diproduksi oleh Cina, di Negeri Tirai Bambu RPD diberi label Type 56.

Popularitas RPD bisa dibilang mengikuti keberadaan senapan serbu AK-47, dimana keduanya menggunakan kaliber amunisi yang sama. Salah satu yang khas dari RPD yakni keberadaan magasin berupa drum container.

Sekilas modem drum container mirip Ultimax 100, selain miripm dari bentuk, kapasitas container juga sama-sama berisi 100 peluru.

Berdasarkan mekanisme kerja, RPD adalah senjata otomatis yang mengadopsi gas-operated (open bolt) long stroke piston system dan locking system recycled yang terdiri dari sepasang flaps berengsel.

Sementara untuk sistem bidik, RPD menggunakan model iron sight yang dapat di setting untuk indikator pembidikan dari jarak 100 - 1.000 meter.

Ada beberapa RPD yang dikembangkan dengan side rail sehingga dapat dipasangi night vision sight jenis NPS-2.

Sementara bicara tentang kemampuan, RPD yang hampir selalu hadir di setiap babak peperangan di muka Bumi ini punya kecepatan tembak dikisaran 650 - 750 proyektil per menit. Kecepatan luncur proyektil mencapai 735 meter per detik.

Nah untuk jarak tembak efektif, RPD sudah teruji pada range 100 - 1.000 meter. Bicara soal bobot, RPD tanpa container drum punya berat 7,4 kg. Panjang senjata ini keseluruhan 1.037 mm, termasuk panjang laras 520 mm.

Di Indonesia, selain diketahui mulai terlihat jelang Operasi Trikora di awal tahun 60-an, RPD juga banyak digunakan satuan TNI/Polri dalam operasi keamanan.

Senjata dengan bipod ini aktif digunakan pada Operasi Seroja di Timor Timur hingga Operasi Keamanan melawan GPK GAM di Nanggroe Aceh Darussalam.

Di lingkungan TNI, yang sudah jelas memakai RPD adalah infanteri Korps Marinir TNI AL dan Paskhas TNI AU. Bersamaan denganTNI, personel Korps Brimob Polri juga lumayan sering terlihat menenteng RPD di  wilayah konflik.

Sumber : http://www.indomiliter.com/rpd-eksistensi-senapan-mesin-regu-legendaris-tnipolri/rec

Berita Terkait

Iptek

Satreskrim Polres Pelalawan Ungkap Kasus Galian C Ilegal di Kerumutan

Iptek

HUT RI ke-81, Ditbinmas dan Bid Humas Polda Riau Bersama Jurnalis Satukan Semangat Merah Putih

Iptek

Mobil Langsir BBM Terbakar di SPBU Lintas Timur, Polisi Didesak Usut Tuntas!

Iptek

Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat

Iptek

Ini Pesan Kemerdekaan Syahrul Aidi Saat  Pimpin Upacara HUT RI di Hayfalah Boarding School

Iptek

Empat Titik Pasar Murah di Pekanbaru Pekan Ini, Satu di Kampar