Mahasiswa KUKERTA UNRI Sosialisasi Pembuatan Biopori di Desa Tandun Barat

Redaksi - Jumat, 23 Agustus 2024 13:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/08/_8874_Mahasiswa-KUKERTA-UNRI-Sosialisasi-Pembuatan-Biopori-di-Desa-Tandun-Barat.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Dok.: Kukerta Unri
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau, menyelenggarakan sosialisasi program inovasi biopori di Desa Tandun Barat, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tanah dan mengelola sampah organik dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Biopori adalah metode yang melibatkan pembuatan lubang-lubang kecil di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 50-100 cm dan diameter 10-15 cm, yang kemudian diisi dengan sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan.

Selain itu, metode ini juga dapat menggunakan pipa paralon yang dilubangi dan ditanam dalam tanah. Metode ini dirancang untuk meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, mengurangi genangan, serta mempercepat proses penguraian sampah organik.

Selama sosialisasi, mahasiswa KUKERTA melakukan demonstrasi dan menjelaskan cara pembuatan dan pemeliharaan biopori kepada warga desa. Serta memberikan penjelasan tentang manfaat ekologis dari biopori.

Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan tokoh masyarakat setempat.

Sekretaris Desa Tandun Barat, Silvia Rahma Welly menyambut baik inisiatif ini dan berharap dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan desa.

"Ini merupakan kegiatan yang sangat inovatif, tentunya saya mendukung kegiatan ini karena dengan adanya biopori, sisa-sisa makanan dapat langsung dimasukkan ke dalam lubang biopori agar membusuk menjadi kompos dan tanah menjadi lebih subur. Dengan demikian, sampah sisa makanan masih dapat kita ambil manfaatnya dan tidak langsung dibuang begitu saja," ujar Silvia, Kamis (25/07/2024).

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi warga Desa Tandun Barat dengan memperkenalkan cara pembuatan serta manfaat biopori.

Melalui program ini, diharapkan warga setempat dapat memahami dan menerapkan teknik tersebut di lingkungan masing-masing, sehingga turut berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan secara efektif.(*)


Tag:

Berita Terkait

Iptek

Terima 485 Mahasiswa Kukerta UNRI, Bupati Bengkalis Harap Jadi Agen Perubahan di Masyarakat

Iptek

Dr. M. Taufikurrahman Kembali Pimpin PD IKA UNRI Meranti

Iptek

KPU Riau dan UNRI Teken MoU Kerjasama Kelembagaan

Iptek

Prof Dr. Elfizar Daftar Calon Rektor Unri 2026-2030, Kembalikan Marwah Kampus

Iptek

Aang Ananda Pimpin IKA Faperta Unri 2026-2030

Iptek

Komisi VII DPR RI Dorong Revitalisasi Kampus UNRI Dumai Berbasis Pendidikan Vokasi