Ilmuwan Ungkap Sisa Umur Matahari, Kiamat di Bumi Akan Sengeri Ini

Harijal - Kamis, 20 April 2023 21:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/04/23747b042023_untitled16.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: dok NASA

JAKARTA - Tak hanya manusia, Ilmuwan memperkirakan umur matahari yang mencapai miliaran tahun. Bahkan, ilmuwan berhasil memperkirakan sisa umur matahari yang berpotensi membuat kiamat di bumi.

Ilmuwan memperkirakan matahari kini berusia sekitar 5 miliar tahun atau memasuki fase paruh baya (middle age).

Namun demikian, makin tua usia Matahari, ahli memprediksi bintang paling dekat dengan Bumi tersebut memanas makin cepat dalam 5 miliar tahun mendatang.

Makin panasnya Matahari akan mempengaruhi sistem tata surya dan berdampak pada Bumi. Siklus karbon akan melambat sehingga banyak tumbuhan yang tak bisa bertahan.

Pada akhirnya, Bumi tak bisa lagi menjadi habitat tumbuhan. Ketika itu terjadi, rantai makanan akan hancur. Ilmuwan memperkirakan peristiwa mengerikan ini bakal terjadi 600 juta tahun lagi.

Mikroba yang mampu beradaptasi dengan perubahan Tata Surya juga akan hidup menderita. Dalam 1 miliar tahun ke depan, suhu Matahari diprediksi lebih panas 10% dari saat ini, dikutip dari IFLscience, Kamis (30/3/2023).

Imbasnya, peningkatan efek rumah kaca tak bisa dikendalikan lagi. Lautan akan menguap dan mengakibatkan kekeringan.

Bumi akan menjadi planet semacam Venus yang mampu melelehkan semua benda di dalamnya. Bisa dibilang, ketika masanya tiba, manusia tak mampu lagi bertahan hidup di planet ini. "Bumi dan Mars kemungkinan akan berputar masuk ke matahari, sementara planet lainnya akan terdorong ke luar," kata laporan Iflscience.

Pada akhirnya, matahari akan meleburkan semua lapisan intinya dan memunculkan objek bintang baru yang disebut 'White Dwarf'. Setelah kehilangan banyak massanya, White Dwarf tak akan mampu bergantung pada planet-planet yang tersisa.

Ilmuwan memperkirakan planet raksasa yang tersisa nantinya hanya Jupiter. Simulasi yang dilakukan memperlihatkan fenomena ini akan terjadi dalam 30 miliar tahun ke depan. Tiga planet akan musnah dalam 10 miliar tahun.

Jupiter sebagai planet terakhir mungkin akan bertahan cukup lama, namun pada akhirnya juga bakal terdorong ke luar sistem tata surya dan melebur dengan bintang lain.

Berdasarkan simulasi, planet terakhir akan ke luar dari sistem tata surya dalam jangka waktu 100 miliar tahun. Durasi ini lebih lama ketimbang usia alam semesta yang diprediksi sekitar 13,8 miliar tahun.

(sumber: CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Iptek

Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, Gagalkan Jaringan Internasional

Iptek

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis dan Petani Bersama Merawat Kesuburan Tanaman Jagung

Iptek

Kapolda Riau Berikan Penghargaan kepada 133 Personel dan Mitra, Tekankan Polisi Harus Peduli, Peka, dan Humanis

Iptek

Truk Batu Bara Bikin Jalan di Kuala Cinaku Makin Parah

Iptek

Gratis! 11.856 Ijazah SMA/SMK Negeri di Riau yang Masih Tersimpan di Sekolah Silahkan Diambil

Iptek

Perjuangan Membuahkan Hasil, Perbaikan jalan dan Jembatan di Parit Landang Dilanjutkan ke Parit Tamrak