Alumni IPB Siap Perkuat Positioning & Image Industri Sawit Nasional

Harijal - Selasa, 06 Desember 2016 12:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/12/b2260e122016_alumniipb.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Alumni IPB Siap Perkuat Positioning & Image Industri Sawit Nasional

JAKARTA, kabarmelayu.com - Selasa (6/12/2016), Pesatnya perkembangan industri sawit nasional menjadikannya primadona ekspor Indonesia dan menjadi penyumbang devisa terbesar ditambah lagi sektor ini mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan petani serta mampu mendukung terhadap pembangunan daerah, rupanya masih menyimpan tantangan yang mesti dihadapi.

Masifnya kampanye kerusakan lingkungan, hancurnya biodiversitas dan pelanggaran HAM, yang dilakukan oleh kelompok tertentu. Belum lagi sertifikasi yang dilakukan oleh pemerintah belum cukup mampu dilirik dunia internasional, membutuhkan strategi yang matang agar pengembangan industri sawit yang berkelanjutan mempunyai positioning dan image yang baik di dunia internasional.

Oleh karena itu, Sekjen Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB), Nelly Oswini, mengatakan Alumni IPB mempunyai peran mendorong pemerintah dan seluruh stakeholder melalui gagasan-gagasan untuk kedaulatan regulasi kelapa sawit indonesia.

“Alumni IPB mempunyai banyak pakar yang kompeten, sehingga melalui Seminar “Strategi Memperkuat Positioning dan Image Industri Sawit Indonesia di Dunia Internasional” hari ini (6/12/16) diharapkan akan memunculkan konsep strategi yang arahnya menguatkan pemerintah untuk mengembangkan industri kelapa sawit nasional agar semakin diakui di dunia,” papar Nelly.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2015 industri kelapa sawit Indonesia menghasilkan devisa USD 18,6 miliar atau sekitar Rp 250 triliun yang dihasilkan dari luas area perkebunan 11,3 juta hektar dan kapasitas produksi 31,2 juta ton crude palm oil (CPO). Devisa tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan devisa hasil ekspor migas. Hal tersebut menandakan bahwa kelapa sawit merupakan industri yang strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. (*)

 

Berita Terkait

Iptek

Bupati Kasmarni Dorong Penguatan Sinergi Hukum di Daerah

Iptek

3.224 Hotspot di Sumatera, Sumsel 1.874, Riau Merangkak Naik

Iptek

Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD kepada Siswa

Iptek

Penganiayaan Berat di Caringin, Polisi Didesak Usut Tuntas

Iptek

Terpilih Aklamasi, Zulfadri Pimpin LPMK Tuah Negeri periode 2026- 2029

Iptek

Polda Riau Bongkar Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Tenayan Raya Pekanbaru