Waktu Terbaik Amati Supermoon

Harijal - Senin, 14 November 2016 15:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/11/338d56112016_waktuterbaik.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
net
Fenomena Supermoon

JAKARTA, kabarmelayu.com - Fenomena Supermoon terbesar sepanjang abad 21 yang terjadi hari ini dan besok (15/11/16) sudah bisa mulai diamati. Itu terjadi sejak bulan terbit di ufuk Timur (sekitar pukul 17.39 WIB) hingga Maghrib sampai terbenam di ufuk Barat.

Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin menjelaskan Supermoon adalah bulan purnama terbesar dan paling terang, sehingga pengamatannya sama seperti pengamatan bulan purnama pada umumnya, sehingga cenderung tak membutuhkan alat khusus.

"Supermoon adalah purnama yang terdekat, terbesar, dan paling terang. Jadi pengamatan sama dengan pengamatan purnama umumnya. Bisa diamati sejak terbit di ufuk Timur, saat Maghrib sampai terbenam di ufuk Barat," jelas Thomas dikutip dari Antaranews Senin (14/11/16). Hanya saja, pengamatan bisa terganggu cuaca, misalnya awan atau pun hujan. Namun, Thomas meyakinkan bahwa biasanya masih ada peluang melihat penampakan bulan purnama. "Kalau terhalang awan, tidak mungkin melihatnya. Tetapi biasanya semalam suntuk ada saja peluang awan tersibak yang menampakkan purnama," kata dia

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, wakil presiden sebuah komunitas Atronomi Populer Robin Scagell seperti dilansir Telegraph mengatakan pegunungan dan lautan bisa menjadi alternatif lokasi melihat penampakan supermoon.

"Saya selalu senang melihat orang menggunakan teropong mereka keluar dari rumah untuk melihat fenomena ini misalnya dari lautan," kata dia.

Saat berada dalam posisi lebih dekat dan lebih cerah penampakannya, bulan akan terlihat oranye dan merah.Namun, setelah dia berada di posisi yang semakin tinggi di langit, warnanya akan kembali putih atau kuning. (ROL)

 

Berita Terkait

Iptek

Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru

Iptek

526 Rumah dan Fasum di Kuansing Terdampak Banjir

Iptek

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja

Iptek

Meriah, Riau Bhayangkara Run 2026 Akan Diikuti Sepuluh Ribu Pelari

Iptek

KMP Jayapura diresmikan, Wabup Siak: Lebih Rendah dari Harga Pasar

Iptek

3.514 Sapi Kurban di Pekanbaru Dipastikan Bebas PMK