Ilmuwan Klaim Temukan ORF3d, Gen Misterius di Covid-19

Harijal - Rabu, 11 November 2020 20:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/11/7620c1112020_untitled24.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(iStockphoto/BlackJack3D)
Ilustrasi gen Covid-19.

JAKARTA - Tim peneliti mengklaim telah menemukan gen misterius dalam kode genetik virus corona SARS-CoV-2. Gen yang baru diidentifikasi itu disebut ORF3d.

Gen ORF3d diketahui merupakan gen yang tumpang tindih, sejenis 'gen di dalam gen' yang secara efektif tersembunyi dalam untaian nukleotida. Gen itu tumpang tindih dengan urutan kode dari gen lain.

Melansir Science Alert, gen yang tumpang tindih sulit diidentifikasi dalam sekuens genetik. Sebab, sistem pemindaian genom sering melewatkannya saat menjalankan rangkaian kode genetik.

"Dalam hal ukuran genom, SARS-CoV-2 dan kerabatnya termasuk di antara virus RNA terpanjang yang ada. Dengan demikian mereka mungkin lebih rentan terhadap 'tipu muslihat genom' daripada virus RNA lainnya," ujar ahli bioinformatika Museum Sejarah Alam Amerika, Chase Nelson.

Nelson menuturkan virus sebenarnya cukup rentan menjadi tempat bagi gen yang tumpang tindih. Sehingga, ORF3d dinilai bukan penemuan yang mengejutkan. Namun, pengabaian adanya gen yang tumpang tindih berpotensi membuat diabaikannya aspek penting biologi virus.

"Gen yang tumpang tindih mungkin menjadi salah satu cara di mana virus corona telah berevolusi untuk mereplikasi secara efisien, menggagalkan kekebalan tubuh, atau menularkan dirinya sendiri," ujarnya.

Melansir Museum Sejarah Alam Amerika, tim peneliti mengidentifikasi ORF3d, gen baru yang tumpang tindih dalam SARS-CoV-2 yang berpotensi menyandikan protein yang lebih lama dari yang diharapkan secara kebetulan saja.

Mereka menemukan bahwa gen ini juga ada dalam virus corona trenggiling yang ditemukan sebelumnya, mungkin mencerminkan kehilangan atau perolehan berulang dari gen ini selama evolusi SARS-CoV-2 dan virus terkait.

Selain itu, ORF3d telah diidentifikasi secara independen dan terbukti menimbulkan respons antibodi yang kuat pada pasien Covid-19, yang menunjukkan bahwa protein gen baru diproduksi selama infeksi pada manusia.

"Kami belum mengetahui fungsinya atau apakah ada signifikansi klinis. Tapi kami memperkirakan gen ini relatif tidak mungkin dideteksi oleh respons sel-T, berbeda dengan respons antibodi. Dan mungkin itu ada hubungannya dengan bagaimana gen itu bisa muncul," ujar Nelson.

Gen yang tumpang tindih disebut sulit dikenali dan sebagian besar program komputer ilmiah tidak dirancang untuk menemukannya. Namun, mereka umum ditemukan pada virus.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Iptek

3.224 Hotspot di Sumatera, Sumsel 1.874, Riau Merangkak Naik

Iptek

Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD kepada Siswa

Iptek

Penganiayaan Berat di Caringin, Polisi Didesak Usut Tuntas

Iptek

Terpilih Aklamasi, Zulfadri Pimpin LPMK Tuah Negeri periode 2026- 2029

Iptek

Polda Riau Bongkar Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Tenayan Raya Pekanbaru

Iptek

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027