NASA: Asteroid Raksasa Berbahaya Akan Lewati Bumi 24 Juli

Harijal - Rabu, 22 Juli 2020 19:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/07/3df6fc072020_untitled35.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(iStockphoto/ratpack223)
Ilustrasi asteroid raksasa ancam bumi.

JAKARTA - Badan Antariksa Amerika (NASA) mengatakan asteroid raksasa berdiameter 160 meter akan melewati Bumi pada 24 Juli mendatang dan berpotensi berbahaya.

Asteroid itu dinamai Asteroid 2020 ND dan diklasifikasikan sebagai Objek Dekat Bumi (Near-Earth Object/NEO) serta Potensi Berbahaya Asteroid (Potentially Hazardous Asteroid/PHA).

Menurut laman resmi NEO NASA, asteroid tersebut akan berada di titik dekat Bumi dengan jarak 5.086.328 kilometer dan sedang melakukan perjalanan di kecepatan 48.000 kilometer per jam.

Oleh sebab itu bercermin dari jarak asteroid dengan Bumi, NASA telah memperingatkan bahwa benda langit ini masuk potensi berbahaya.

Melansir Indian Express, asteroid yang berpotensi berbahaya itu didasarkan seberapa dekat asteroid dan Bumi dengan jarak persimpangan orbit minimum 0,05 au.

Berdasarkan data yang dihimpun NDTV dari NASA, Asteroid 2020 ND pertama kali tercatat pad 17 Juli 1945 dan sejak itu telah melewati Bumi sebanyak empat kali.

Saat melewati Bumi pada 24 Juli 2020, asteroid akan kembali melewati Bumi tahun 2035, 2074, dan 2145. Meski tergolong asteroid yang berpotensi berbahaya, Asteroid ND 2020 bukanlah target ilmiah utama NASA.

Sementara asteroid yang dianggap sebagai target ilmiah NASA antara lain 101955 Bennu, 10199 Chariklo, 16 Pysche, 243 Ida, 25413 Itokawa, 253 Mathilde, 433 Eros, dan 4 Vesta.

Sebelumnya, NASA telah sengaja menabrakkan pesawat ke salah satu asteroid untuk melancarkan misi menyelamatkan umat manusia dari benda luar angkasa raksasa seperti asteroid yang berpotensi menimbulkan bencana di bumi.

Misi itu diberi nama DART atau Double Asteroid Redirection Test dan bakal secara resmi diluncurkan pada 2021 mendatang.

Sebelum memulai misi DART, pada Selasa (23/6) waktu setempat, NASA menabrakkan pesawat mereka ke dua asteroid yang berukuran besar dan kecil. Dua asteroid ini disebut 'Didymos'.

Setelah ditabrak, keduanya berubah menjadi batuan bulan yang lebih kecil dan diberi nama Dimorphos.

Dimorphos berdiameter 160 meter. Asteroid ini disebut NASA menjadi target yang sempurna untuk uji DART karena orbitnya berada di sekitar Dydimos yang lebih besar (ukurannya 780 meter).

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Iptek

Ternyata Wabup Kuansing Sempat Diperiksa KPK Saat OTT Bupati dan Sekda

Iptek

Lapas Bagansiapiapi Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Riau

Iptek

Mukhlisin Terima SK Plt Bupati Kuansing

Iptek

Hadapi Perang Modern, Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara"

Iptek

Bupati Siak Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia

Iptek

Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026