Vaksin TBC Terbukti Efektif untuk Covid-19?

Harijal - Senin, 13 Juli 2020 18:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/07/90ecca072020_untitled25.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto : Thesun)
Vaksin BCG

Pemerintah Inggris memberikan vaksin Tuberkulosis (TBC) ke ribuan anak sekolah dengan tujuan memberi proteksi dari virus corona penyebab Covid-19. Tindakan ini dilakukan berdasar fakta penelitian bahwa vaksin TBC efektif untuk mencegah virus corona.

Vaksin dengan nama Bacillus Calmette-Guerin (BCG) pertama kali diproduksi pada 1924 dan diberikan kepada anak sekolah di Inggris sampai 2005. Nah, vaksin ini digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada bakteri TB penyebab infeksi paru-paru.

Menurut laporan The Sun, peneliti mendapatkan fakta bahwa ada kaitan antara penggunaan vaksin TBC dengan penurunan angka kematian. Dengan fakta tersebut, ada kemungkinan bahwa vaksin TBC bekerja baik menghalau kematian pasien Covid-19.

Hal tersebut pun dibenarkan dalam penelitian terbaru. Ya. penelitian yang dilakukan Asistem Profesor Luis Escobar dari College of Natural Resources and Environtment dan dua rekannya dari National Institutes of Health menjelaskan, pada pasien TBC, vaksin tersebut punya efektivitas 10 persen, sedangkan pada pasien Covid-19 angka efektivitasnya 10,4 persen mencegah kematian.

Hasil penelitian ini didapat setelah para peneliti mengambil perbedaan dalam sosial, ekonomi, dan demografi setiap negara. Karenanya dipastikan hasilnya belum bisa digeneralisasi seluruh negara.

“Studi epidemiologi ini menilai keterkaitan antara vaksin TBC dengan angka kematian akibat Covid-19,” tulis Escobar dalam hasil penelitian.

Baca Juga : Bali Buka Pariwisata Internasional 11 September, Australia Belum Izinkan Turisnya Berkunjung?

Dia menerangkan, pada awal penelitian ini melihat bahwa negara dengan kasus TBC tinggi mulai turun angka kematiannya setelah mendapatkan vaksin TBC ini. Namun, pernyataan itu tak berlaku untuk semua negara.

“Pada kasus Guatemala misalnya, di negara itu banyak anak mudanya dibandingkan dengan Italia. Dengan fakta tersebut, tentu kami harus membuat penyesuaian terhadap data untuk mengakomodasi perbedaan tersebut,” tambah Escobar.

Perlu dipahami, penggunaan vaksin TBC adalah untuk melindungi tubuh dari keparahan Covid-19 dengan merangsang kekebalan dan membuat tubuh merespons dengan cepat terhadap virus berbahaya.

Ia pun menekankan bahwa temuannya ini masih sangat awal dan karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendukung hasil yang sudah ada ini. Dengan begitu, akan ketahuan langkah apa yang selanjutnya akan diambil para peneliti.

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat tidak ada bukti sampai saat ini bahwa vaksin TBC dapat melindungi orang dari infeksi Covid-19. Selanjutnya, WHO pun melarang masyarakat menggunakan vaksin TBC dengan tujuan mencegah Covid-19.

(okezone.com)

Berita Terkait

Iptek

Ternyata Wabup Kuansing Sempat Diperiksa KPK Saat OTT Bupati dan Sekda

Iptek

Lapas Bagansiapiapi Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Riau

Iptek

Mukhlisin Terima SK Plt Bupati Kuansing

Iptek

Hadapi Perang Modern, Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara"

Iptek

Bupati Siak Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia

Iptek

Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026