Ahli Komentari Asap Rokok dan Penularan Corona via Udara

Harijal - Minggu, 12 Juli 2020 17:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/07/f408ee072020_untitled9.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Pixabay/Alexas_Fotos)
Ilustrasi asap rokok

JAKARTA - Ahli epidemiologi Universitas Airlangga Surbaya, Windhu Purnomo menegaskan asap rokok tidak menyebarkan virus corona SARS-CoV-2 (Covid-19).

Malah kata Windhu, seorang perokok yang terinfeksi Covid-19 risiko kematiannya lebih tinggi dibanding yang bukan perekok. Sebab, tanpa mereka sadari asap rokok itu sudah merusak sebagian saluran pernafasan.

"Asap rokoknya sendiri tidak menyebarkan virus corona. Malah perokok tanpa mereka sadari sudah merusak sebagian saluran nafas, jadi artinya risiko untuk meninggal lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok," tutur Windhu saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Menyoal penularan virus corona Covid-19 lewat udara atau transmisi airborne kata Windhu, yang dimaksud Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah bukan ada di udara bebas. Tetapi airborne dari hasil dari keluarnya droplet.

Penyebaran Covid-19 lewat udara yang telah tercampur droplet tadi kebanyakan muncul di dalam ruangan tertutup, seperti di bioskop. Sebab, Windhu menilai sirkulasi udara di dalam bioskop tidak begitu baik.

"Jadi droplet itu misalkan di gedung bioskop merupakan ruangan tertutup, ventilasi dan sirkulasi udaranya tidak baik karena pakai AC," kata Windhu.

"Misal ada orang bersin dan kebetulan mungkin melepas masker, maka percikan dropletnya tadi sebagian akan turun ke bawah namun molekul droplet yang lebih kecil yaitu di bawah 5 mikrometer itu akan melayang-layang di udara," tambahnya.

Molekul droplet yang lebih kecil dan melayang-layang di udara itu kata Windhu dapat bertahan sampai 8 jam.

Sebelumnya WHO telah mengakui penyebaran virus corona bisa terjadi melalui udara atau airborne. Pernyataan ini merespons publikasi 239 ilmuwan dari 32 negara yang mendesak WHO lebih terbuka soal penyebaran virus.

Rekomendasi itu berangkat dari banyak kasus penularan yang terjadi di bar, kasino, restoran, pasar, dan perkantoran.

Aerosol adalah droplet berukuran lebih kecil dari 5 mikrometer. Sebagai bayangan, 1 mikron sama dengan sepersejuta meter atau 1/1.000 milimeter. Aerosol ini menyebar lewat udara (airborne).

Aerosol dikatakan bisa melayang-layang di udara dan memungkinkan menginfeksi seseorang misalnya berada dalam satu ruangan yang sama.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Iptek

3.224 Hotspot di Sumatera, Sumsel 1.874, Riau Merangkak Naik

Iptek

Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD kepada Siswa

Iptek

Penganiayaan Berat di Caringin, Polisi Didesak Usut Tuntas

Iptek

Terpilih Aklamasi, Zulfadri Pimpin LPMK Tuah Negeri periode 2026- 2029

Iptek

Polda Riau Bongkar Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Tenayan Raya Pekanbaru

Iptek

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027