Astronom Deteksi Detak Jantung Lubang Hitam

Harijal - Minggu, 14 Juni 2020 23:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/06/c8bf73062020_untitled23.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Dok. Paramount Pictures)
Ilulstrasi lubang hitam.

JAKARTA - Para astronom mengatakan detak jantung yang berasal dari lubang hitam masih terdengar kuat dari pertama kali diamati sepuluh tahun silam.

Mereka menggunakan pengamatan satelit sinar-X ketika mengetahui detak ini terdengar berulang dari lubang hitam, seperti detak jantung. Padahal sinyal detak jantung itu sempat terblokir oleh Matahari selama beberapa tahun.

Para astronom mengatakan itu adalah detak jantung paling lama yang pernah ada dalam lubang hitam. Sehingga, mereka menilai hal itu bisa membantu untuk mengetahui ukuran dan struktur ruang di sekitar lubang hitam.

Melansir Space Daily, penelitian itu dilakukan oleh National Astronomical Observatories, Chinese Academy of Sciences, China dan Universitas Durham, Inggris. Hasil penelitian muncul dalam jurnal Pemberitahuan Bulanan dari Royal Astronomical Society.

Detak jantung lubang hitam pertama kali terdeteksi pada 2007 di pusat galaksi yang disebut RE J1034 + 396 yang berjarak sekitar 600 juta tahun cahaya dari Bumi. Sinyal dari raksasa galaksi itu berulang setiap jam.

Temuan itu terlihat dalam beberapa foto yang diambil sebelum pengamatan satelit diblokir oleh Matahari pada tahun 2011. Pengamatan kembali bisa dilakukan pada tahun 2018 melalui satelit XMM-Newton X-ray milik Badan Antariksa Eropa.

Saat itu, ESA mengabarkan bahwa detak jantung pada lubang hitam masih sama seperti yang terakhir diketahui pada 2011.

Melansir Express, peneliti Center for Extragalactic Astronomy Universitas Durham Chris Done mengatakan perilaku lubang hitam menunjukkan entitas lebih mirip daripada yang diharapkan, meskipun dalam variasi besar.

"Gagasan utama bagaimana detak jantung ini terbentuk adalah bahwa bagian dalam piringan akresi berkembang dan berkontraksi," kata Done.

Piringan akresi (accretion disk) adalah struktur benda angkasa yang berputar dan biasanya orbitnya berpusat pada satu bintang tertentu. Gesekan benda angkasa yang berputar ini biasanya menyebabkan gerakan mengembang keluar atau menarik ke dalam.

Peneliti utama dari Chinese Academy of Sciences, Chichuan Jin menilai temuan kembali detak jantung lubang hitam merupakan hal yang luar biasa. Dia berkata hal itu membuktikan sinyal yang muncul dari lubang hitam supermasif bisa sangat kuat dan persisten.

"Ini juga memberikan peluang terbaik bagi para ilmuwan untuk menyelidiki lebih lanjut sifat dan asal dari sinyal detak jantung ini," kata Jin.

(CNNindonesia.com)

Berita Terkait

Iptek

3.224 Hotspot di Sumatera, Sumsel 1.874, Riau Merangkak Naik

Iptek

Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD kepada Siswa

Iptek

Penganiayaan Berat di Caringin, Polisi Didesak Usut Tuntas

Iptek

Terpilih Aklamasi, Zulfadri Pimpin LPMK Tuah Negeri periode 2026- 2029

Iptek

Polda Riau Bongkar Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Tenayan Raya Pekanbaru

Iptek

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027