Ini Dia! Truk Amfibi Serba Guna Rancangan Dislitbangal

Harijal - Sabtu, 29 Oktober 2016 09:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/10/3d1525102016_inidia.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
riaueditor.com
Truk Amfibi Serba Guna (TASGU).

JAKARTA, kabarmelayu.com - Di tahun 2004, Citro Subono, perwira Korps Marinir yang saat itu berpangkat Kapten membuat gebrakan dengan meluncurkan prototipe JASGU (Jip Amfibi Serba Guna). JASGU terbilang rantis yang banyak dibicarakan orang, pasalnya rancang bangun dan produksinya memang hanya melibatkan SDM lokal.

Dan selang 10 tahun kemudian, Citro Subono yang kini telah berpangkat Letnan Kolonel, menciptakan kembali sosok rantis amfibi serba guna dengan ukuran dan kapasitas lebih besar, atau layak disebut sebagai Truk Amfibi Serba Guna (TASGU).

Persisnya Citro Subono selaku peneliti di Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut (Dislitbangal) merancang rantis amfibi ini dari sasis truk sipil Isuzu Elf NKR 71 4×4. Truk ringan ini disokong dapur pacu mesin diesel 125 PS 5100 cc.

Untuk mendukung aktivitas amfibi, rantis ini menggunakan dua buah mesin cummins mercruiser 220 HP, jenis diesel commonrail, dua stem drive propeller.

Dibanding JASGU, keistimewaan truk amfibi ini rodanya dapat dilipat keatas seperti pesawat saat di air, sehingga kecepatannya bisa mencapai 12 knot. Sementara jika di darat mampu melaju dengan kecepatan 80 km per jam.

Sebagai rantis, truk amfibi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasi pendaratan amfibi dari LPD (Landing Platfrom Dock) ke pantai, atau mendukung operasi di masa damai, rantis ini dapat digunakan dalam misi SAR banjir.

Truk amfibi prototipe Dislitbangal ini punya dimensi dengan panjang 10 meter, lebar 2,5 meter, tinggi 3,1 meter dan mempunyai bobot 6,7 ton. Dari segi kapasitas, daya muat kendaraan amfibi ini dapat memuat 3 awak dan 16 penumpang serta 500 kg barang (payload).

Secara taktis, kegunaan kendaraan amfibi yaitu raid amfibi cepat dengan sasaran yang jauh di darat, mengangkut bekal untuk re-supply pasukan ke garis depan, ambulance amfibi, mobil komunikasi amfibi dan mobil komando.

Resminya truk amfibi ini merupakan proyek Dislitbangal bekerja sama dengan PT. Fiberboat Indonesia. Baru-baru ini rantis ini telah melaksanakan uji coba di kolam rampa Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Kamis (27/10/2016) kemarin. (rec)

 

Berita Terkait

Iptek

Satreskrim Polres Pelalawan Ungkap Kasus Galian C Ilegal di Kerumutan

Iptek

HUT RI ke-81, Ditbinmas dan Bid Humas Polda Riau Bersama Jurnalis Satukan Semangat Merah Putih

Iptek

Mobil Langsir BBM Terbakar di SPBU Lintas Timur, Polisi Didesak Usut Tuntas!

Iptek

Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat

Iptek

Ini Pesan Kemerdekaan Syahrul Aidi Saat  Pimpin Upacara HUT RI di Hayfalah Boarding School

Iptek

Empat Titik Pasar Murah di Pekanbaru Pekan Ini, Satu di Kampar