Perbedaan Vaksin dan Antivirus untuk Lawan Corona

Harijal - Selasa, 19 Mei 2020 16:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/05/c4882d052020_untitled22.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Istockphoto/ Baona)
Ilustrasi vaksin untuk melawan virus corona.

JAKARTA - Pandemi Covid-19 akibat infeksi virus SARS-CoV-2 masih berlangsung sampai saat ini. Sejumlah perusahaan berlomba untuk menciptakan vaksin dan antivirus yang cocok untuk mengatasi penyakit tersebut.

Beberapa perusahaan bahkan telah masuk ke tahap pengujian klinis vaksin dan antivirus yang sedang dikembangkannya guna melawan Covid-19. Mereka berharap produknya dapat segera didistribusikan.

Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto mengatakan vaksin dan antivirus merupakan dua hal yang berbeda. Dia berkata vaksin digunakan untuk tujuan pencegahan.

"Vaksin digunakan untuk tujuan profilaksis, mencegah agar suatu penyakit tidak terjadi," ujar Wien kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/5).

Vaksin untuk SARS-CoV-2 misalnya, dia mengatakan dapat berupa mRNA, DNA, protein sub-unit, vektor DNA yang dapat membentuk partikel virus yang dapat bereplikasi maupun tidak. Selain itu, vaksin bisa berupa virus yang diinaktifkan atau virus yang telah dilemahkan.

Sedangkan antivirus, dia menyampaikan digunakan untuk tujuan pengobatan. Dia berkata antivirus mencegah agar virus tidak dapat lagi masuk ke dalam sel atau agar tidak dapat bereplikasi, sehingga jumlahnya tidak semakin banyak.

Wien menjelaskan antivirus dapat berupa senyawa, peptida atau antivirus yang dapat menghambat pengikatan virus dengan reseptornya, misalnya ACE2 untuk virus SARS-CoV-2.

Selain itu, dia menyebut antivirus dapat pula berupa senyawa-senyawa yang dapat menghambat enzim-enzim yang terlibat dalam proses replikasi virus, seperti remdesivir misalnya.

"Beberapa yang dikategorikan sebagai antivirus, seperti interferon alfa dan beta, berfungsi dalam meningkatkan respons kekebalan tubuh yang dapat mencegah agar virusnya tidak semakin banyak atau bahkan melenyapkan virus," ujarnya. (MCR)

Berita Terkait

Iptek

Bupati Kasmarni Dorong Penguatan Sinergi Hukum di Daerah

Iptek

3.224 Hotspot di Sumatera, Sumsel 1.874, Riau Merangkak Naik

Iptek

Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD kepada Siswa

Iptek

Penganiayaan Berat di Caringin, Polisi Didesak Usut Tuntas

Iptek

Terpilih Aklamasi, Zulfadri Pimpin LPMK Tuah Negeri periode 2026- 2029

Iptek

Polda Riau Bongkar Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Tenayan Raya Pekanbaru