Menguak Gelembung Besar di Selat Sunda Dekat Gunung Krakatau

Harijal - Rabu, 01 April 2020 19:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/04/39b889042020_untitled12.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Ilustrasi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

JAKARTA - Fenomena gelembung udara berukuran besar ditemukan di Perairan Selat Sunda tak jauh dari bibir pantau Gunung Anak Karakatau. Dalam video yang beredar di media sosial terlihat ada gelembung-gelembung air di permukaan air laut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan gelembung ini merupakan fenomena disebabkan oleh hembusan gas (active degassing) yang keluar lewat celah-celah Gunung Anak Krakatau yang berada di bawah permukaan laut. PVMBG bahkan sudah menemukan gelembung-gelembung ini sejak 2008 silam.

"Dulu saya pernah ke Anak Krakatau dan melakukan echo sounding di sekeliling gunung. Saat itu sudah banyak juga gelembung-gelembung seperti ini. Jadi, kalau sekarang ada lagi fenomena ini bukanlah hal yang baru," kata Kepala Bidang Mitigasi PVMBG Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (1/4)

Devy mengatakan alat echo sounding digunakan untuk memetakan memperoleh gambaran atau model bentuk permukaan (topografi) dasar perairan, seperti danau hingga laut. Alat ini juga mampu menangkap objek-objek yang berada di dalam air, termasuk gelembung.

"Biasanya kita pakai untuk memetakan kedalaman permukaan dasar laut atau danau dan untuk memetakan objek-objek di dalam air, seperti gelembung, melalui sensor akustik," ujar Devy.

Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nugroho Dwi Hananto menjelaskan gelembung itu disebabkan oleh sumber panas dari permukaan dasar laut yang berasal dari tubuh Gunung Anak Krakatau.

Ia menjelaskan permukaan dasar laut tersebut mengalami retakan sehingga mengeluarkan panas yang membuat air laut mendidih. Air mendidih ini membuat gelembung terlihat di permukaan air laut.

"Ada dapur magma di bawah dasar permukaan laut, kemudian dasar permukaan laut itu terdapat retakan. Kemudian retakan terisi air sehingga mendidih dan naik ke permukaan," ujar Nugroho.

Bukan Tanda Peningkatan Aktivitas Gunung Berapi

Devy menjelaskan fenomena gelembung ini tidak menandakan peningkatan aktivitas seismik Gunung Anak Krakatau. Sebab saat ini energi seismik gunung yang dipantau PVMBG tidak mengalami peningkatan.

"Dengan adanya fenomena ini, tidak cukup untuk menarik kesimpulan bahwa hal ini berkaitan dengan peningkatan aktivitas Anak Krakatau karena saat ini energi seismik yang terekam tidak mengalami peningkatan," katanya.

Senada dengan Devy, Nugroho juga fenomena ini tidak bisa dikaitkan dengan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ia menjelaskan aktivitas hidrotermal diiringi dengan gempa-gempa kecil.

Di sisi lain, gelembung ini hanya disebabkan oleh air yang mendidih akibat retakan di permukaan dasar laut yang berada di atas dapur magma. Selain itu, Nugroho juga mengatakan dapur magma itu belum tentu dapur magma yang mengakibatkan Gunung Krakatau meletus.

"Gunung Anak Krakatau itu  ada dua dapur magma. Belum gelembung terjadidi dapur magma mengakibatkan letusan," kata Nugroho.

Fenomena alam ini ditemukan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi Kepulauan Krakatau di sisi timur Gunung Anak Krakatau.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam video tersebut, terlihat ada gelembung-gelembung air di permukaan air laut. Dilihat sekilas seperti ada dorongan dari dasar laut yang mengakibatkan gelembung di permukaan laut.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Iptek

Dari Kampung Bungsur, Polda Riau Kibarkan Merah Putih, Masyarakat Bergembira Rayakan HUT RI

Iptek

Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit

Iptek

Kecanduan Judi Online, Anak Gelapkan Duit Orang Tua Rp125 Juta

Iptek

Perdana di Sumatera, Faster Battery Rangkul Ratusan Pelanggan dalam Customer Gathering di Pekanbaru

Iptek

Laporan Pembobolan Kamar Diduga Mandek di Polsek Batang Gansal

Iptek

Update Gempa NTT: 47 Meninggal, Lebih dari 5.000 Orang Mengungsi