Eijkman Institute Minta Pemerintah Berkolaborasi Tes Corona

Harijal - Jumat, 13 Maret 2020 08:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/03/202663032020_untitled10.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ilustrasi.

JAKARTA - Peneliti Senior Lembaga Bio Molekuler (LBM) Eijkman Institute, Herawati Sudoyo, mengimbau pemerintah untuk bekerja sama dengan berbagai institusi dan lembaga lain untuk membantu tes spesimen Virus Corona.

"Ya memang harusnya ada kolaborasi dengan berbagai peneliti lain. Saya harap ada kolaborasi dalam menanggulangi kasus emerging. Kalau belum ada harusnya dikembangkan bersama lembaga lain," ujar dia, saat ditanya soal tes Covid-19, melalui sambungan telepon, Kamis (12/3).

Merujuk pada situs resmi Kementerian Kesehatan, emerging cases adalah istilah untuk penyakit baru yang menarik perhatian banyak orang karena tidak hanya menyebabkan banyak kematian, juga memengaruhi dampak sosial dan ekonomi.

Terkait dengan uji spesimen yang hanya dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenkes, Herawati menyampaikan pihaknya mampu melakukan uji spesimen dalam waktu empat jam.

"Kalau di Eijkman bisa keluar dalam waktu sekitar 4 jam, tapi tentu kita tes berkali-kali menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction)," katanya.

Diketahui, sejauh ini Balitbangkes membutuhkan waktu 2-3 hari untuk mengetahui hasil dari spesimen cairan tenggorokan suspek corona.

Herawati juga menyampaikan pihaknya akan selalu siap sedia untuk membantu pemerintah jika dibutuhkan. Sejauh ini, baru ada pembicaraan singkat antara pihak pemerintah dan Eijkman untuk meneliti vaksin Virus Corona.

"Kita baru pertemuan pertama dengan pemerintah, belum bahas funding dan lainnya, kalau sudah ada kolaborasi, bisa langsung kami lakukan," ujarnya.

Terpisah, juru bicara pemerintah khusus corona Achmad Yurianto menyebut tes Corona hanya bisa dilakukan di laboratorium dengan Bio Safety Level (BSL) atau Level Keselamatan Biologi 2.

BSL level 2 ini, kata dia, di antaranya mengatur bahwa pekerja lab harus memiliki pelatihan khusus menangani agen patogenik dan akses ke lab dibatasi ketika pekerjaan tengah dilakukan.

Selain lab milik Kemenkes, ia menyebut laboratorium milik Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute dan beberapa perguruan tinggi memenuhi persyaratan itu.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Iptek

3.224 Hotspot di Sumatera, Sumsel 1.874, Riau Merangkak Naik

Iptek

Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD kepada Siswa

Iptek

Penganiayaan Berat di Caringin, Polisi Didesak Usut Tuntas

Iptek

Terpilih Aklamasi, Zulfadri Pimpin LPMK Tuah Negeri periode 2026- 2029

Iptek

Polda Riau Bongkar Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Tenayan Raya Pekanbaru

Iptek

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Pemilihan Ketua OSIS Periode 2026-2027