Film Perang Sosoh, Ingatkan Warga Masa Perjuangan di Desa Pedekik

Harijal - Rabu, 29 Agustus 2018 02:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/08/e79c5e082018_0000a45081365248bupati_2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Diskominforsantik Bengkalis
Kenduri Kenegaraan di Desa Pedekik

BENGKALIS, kabarmelayu.com - Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah), ungkapkan agar tidak meninggalkan jerih payah para pejuang dalam mengusir penjajah guna mempertahankan kemerdekaan RI.

Banyak cara agar generasi penerus bangsa ini tidak melupakan, salah satunya membuat acara malam peringatan, nonton bareng film perjuangan maupun mendengarkan cerita-cerita dari tokoh perjuangan maupun orang tua.

Seperti dilakukan masyarakat Desa Pekekik dalam mengenang sejarah masa perjuangan bersama tentera melawan penjajah Belanda di Desa Pedekik, masyarakat membuat acara nonton bareng film perjuangan “Perang Sosoh”.

Bertempat di Sekolah MTS Nurul Jadid Desa Pedekik, Minggu malam 26 Agustus 2018 warga Desa Pedekik tumpah ruah menonton film perang sosoh, sempena malam kenduri kenegaraan yang digelar pemuda Desa Pedikik Kecamatan Bengkalis.

Antusias masyarakat Desa Pedekik ingin menyaksikan film perjuangan Perang Sosoh sangat tinggi. Masyarakat dari berbagai kalangan, tua - muda saat ba’da Isya mulai berbondong-bondong menuju halaman MTS Nurul Jidad.

Setelah mendengarkan sambutan dari tokoh dan pejabat, akhirnya film berdurasi 30 menit ini disuguhkan ke hadapan masyarakat. Pemutaran film Perang Sosoh dimulai sekitar pukul 20.30 WIB, ketika lampu mulai dimatikan, sorak penasaran warga semakin riuh sehingga membuat suasana tersebut semakin pecah.

Seakan tak mau mengalihkan pandangan dari layar tancap, masyarakat dengan khusuk menyaksikan setiap adegan yang ditampilkan oleh para pemeran Pejuang Perang Sosok, yang pada umumnya dari Pemuda Desa Pedekik.

Masyarakat menghayati dan larut dalam suasana masa perjuangan, seakan ikut merasakan detik-detik perlawanan dan pertempuran dalam mengusir penjajah Belanda dari Pulau Bengkalis. Meski tak seimbang dengan persenjataan antara tentara Belanda dengan Tentara Republik Indonesia bersama pasukan Fisabillah.

Perang Sosoh yang diangkat menjadi film ini, semuanya diperankan oleh pemuda Pedekik, dimana proses pengambilan gambar atau shooting perdana Perang Sosoh dimulai pada Ahad, 5 Agustus 2018 malam ba’da Isya yang berlokasi di rumah Mbah Ikhsan, tepat di depan Masjid sabilillah, yang disutradarai oleh Musrial Mustafa sang pencipta lagu Negeri Junjungan ini.

Salah satu warga Desa Pedekik Mila mengatakan, biasanya acara kenduri kenegaraan di sini biasa-biasa saja namun malam ini sangat berbeda, ramai sekali warga menanti diputarnya film perang sosoh.

“Kami sangat penasaran macam mano bentuk film perang sosoh itu, sampai-sampai sayo membawa anak sayo masih bayi kesini, biaso malam kenduri kenegaraan hanya orang tua ajo yang datang tapi malam ini luo biaso,” ujarnya.

Pembuatan film yang disutradarai oleh seorang seniman yang berasal dari Bengkalis yaitu Musrial Mustafa. Para pemuda setempat juga sangat bersemangat dalam menjalani peran mereka didalam pembuatan film perang sosoh ini. Selain itu juga para tokoh masyarakat beserta instansi pemerintah setempat sangat mendukung dalam proses pembuatan film ini.***

Berita Terkait

Sosial

Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan

Sosial

Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba

Sosial

Dewan Pengurus Korpri Inhil 2026-2031 Dikukuhkan

Sosial

Jarak Pandang 800 Meter, Dua Pesawat Gagal Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru

Sosial

Sambut HUT ke-27 Siak, BRK Syariah Gelar Safari Haji, Realisasi Porsi Haji Capai 614

Sosial

Hotspot Melonjak Lagi, Sumatera 4.806, Riau 16, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat