FMPMBK Kecewa, Pengelolaan Blok Kampar Diambil Alih Pertamina

Harijal - Rabu, 04 November 2015 20:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2015/11/04bd0e112015_Kabar Melayu Aksi-FMPMBK-menuntut-Blok-K.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
JRC
Aksi FMPMBK beberapa waktu lalu menuntut Blok Kampar dikelola BUMD di daerah.

Kabar Melayu (PELALAWAN) - Pupus sudah harapan Kabupaten Pelalawan dan Inhu untuk mengelola Blok Kampar. Pasalnya, pemerintah telah menyerahkan ladang minyak yang berada di dua kabupaten itu ke PT. Pertamina Hulu Energi (PHE). 

Tengku Zulmizan F Assagaff, SE, Ak, juru bicara Forum Masyarakat Pelalawan Merebut Blok Kampar (FMPMBK) Rabu (4/11/2015) menuturkan, dirinya menyayangkan keputusan pemerintah pusat yang tidak memberikan peluang kepada daerah melalui BUMD untuk mengelola Blok Kampar. 

"Kita belum diberi kesempatan untuk melakukan persentase terhadap tuntutan kita. Ketika posisi kita menunggu, tiba-tiba justru pemerintah sudah membuat keputusan menyerahkan pengelolaan Blok Kampar ke Pertamina," ucapnya.

Dijelaskan Zulmizan, soal pengelolaan Blok Kampar yang akan diserahkan ke Pertamina sudah didengungkan Pemerintah Pusat sejak akhir tahun 2014 lalu dan baru direalisasikan pada tahun 2015 ini. 

"Ya, inilah jawaban dari perjuangan kita. Tapi meskipun kita kecewa, paling tidak ada beberapa hal yang telah dikabulkan, seperti pemenang pengelolaan Blok Kampar tidak melalui lelang dan Blok Kampar tidak lagi dikelola Medco," ucapnya.

Baca: Medco Serahkan Pengelolaan Blok Kampar ke Pertamina

Padahal, sambung Zulmizan, perjuangan merebut Blok Kampar sudah sangat maksimal, di mana 3 pihak sudah dilakukan pertemuan. Pertama, pertemuan dengan Kementerian ESDM pada bulan Januari 2015 yang dihadiri tujuh pejabat Kementerian. Kedua, pada bulan Februari 2015 melakukan pertemuan dengan Dirut Pertamina, meskipun tuntutan soal porsi saat itu masih ditampung.

Sedangkan pertemuan ketiga, pertemuan dengan Wakil Presiden Yusuf Kalla pada Mei 2015, di mana Wapres akan menyanggupi untuk menjadwalkan audiensi bersama antara Pemkab Pelalawan, Kementerian ESDM dan Dirut Pertamina.

"Tapi nyatanya jadwal audiensi belum juga kita terima, alih-alih sudah diputuskan Pertamina sebagai pengelola Blok Kampar. Padahal tiga pertemuan yang kita lakukan belum ada satupun di follow up. Keputusan sudah dibuat, tentu sekarang kita fokus ke bentuk kerjasama dengan Pertamina, apalagi soal porsi Working Interest bagi Pelalawan," tutupnya. (rec)

Berita Terkait

Sosial

Harga Cabai Pekanbaru Makin 'Pedas', Pemko Usul Subsidi Angkutan

Sosial

Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto

Sosial

Bupati Inhil H. Herman Dorong Pembina Pramuka Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman

Sosial

Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar

Sosial

Polsek Cerenti Musnahkan Rakit PETI

Sosial

Kemenkeu Cicil Utang, DBH Migas Siak Justru Anjlok Drastis