Kabar Melayu (PELALAWAN) - Pupus sudah harapan Kabupaten Pelalawan dan Inhu untuk mengelola Blok Kampar. Pasalnya, pemerintah telah menyerahkan ladang minyak yang berada di dua kabupaten itu ke PT. Pertamina Hulu Energi (PHE).
Tengku Zulmizan F Assagaff, SE, Ak, juru bicara Forum Masyarakat Pelalawan Merebut Blok Kampar (FMPMBK) Rabu (4/11/2015) menuturkan, dirinya menyayangkan keputusan pemerintah pusat yang tidak memberikan peluang kepada daerah melalui BUMD untuk mengelola Blok Kampar.
"Kita belum diberi kesempatan untuk melakukan persentase terhadap tuntutan kita. Ketika posisi kita menunggu, tiba-tiba justru pemerintah sudah membuat keputusan menyerahkan pengelolaan Blok Kampar ke Pertamina," ucapnya.
Dijelaskan Zulmizan, soal pengelolaan Blok Kampar yang akan diserahkan ke Pertamina sudah didengungkan Pemerintah Pusat sejak akhir tahun 2014 lalu dan baru direalisasikan pada tahun 2015 ini.
"Ya, inilah jawaban dari perjuangan kita. Tapi meskipun kita kecewa, paling tidak ada beberapa hal yang telah dikabulkan, seperti pemenang pengelolaan Blok Kampar tidak melalui lelang dan Blok Kampar tidak lagi dikelola Medco," ucapnya.
Baca: Medco Serahkan Pengelolaan Blok Kampar ke Pertamina
Padahal, sambung Zulmizan, perjuangan merebut Blok Kampar sudah sangat maksimal, di mana 3 pihak sudah dilakukan pertemuan. Pertama, pertemuan dengan Kementerian ESDM pada bulan Januari 2015 yang dihadiri tujuh pejabat Kementerian. Kedua, pada bulan Februari 2015 melakukan pertemuan dengan Dirut Pertamina, meskipun tuntutan soal porsi saat itu masih ditampung.
Sedangkan pertemuan ketiga, pertemuan dengan Wakil Presiden Yusuf Kalla pada Mei 2015, di mana Wapres akan menyanggupi untuk menjadwalkan audiensi bersama antara Pemkab Pelalawan, Kementerian ESDM dan Dirut Pertamina.
"Tapi nyatanya jadwal audiensi belum juga kita terima, alih-alih sudah diputuskan Pertamina sebagai pengelola Blok Kampar. Padahal tiga pertemuan yang kita lakukan belum ada satupun di follow up. Keputusan sudah dibuat, tentu sekarang kita fokus ke bentuk kerjasama dengan Pertamina, apalagi soal porsi Working Interest bagi Pelalawan," tutupnya. (rec)