Kelangkaan Solar Subsidi di Riau Berkepanjangan, LAMR Dorong Dibentuknya Tim Terpadu

Redaksi - Minggu, 04 Oktober 2026 14:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/10/_7366_Kelangkaan-Solar-Subsidi-di-Riau-Berkepanjangan--LAMR-Dorong-Dibentuknya-Tim-Terpadu.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Lembaga Adat Melayu Riau.(Foto: Dok)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mendorong pemerintah dan pihak terkait segera membentuk tim terpadu untuk membenahi persoalan kelangkaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi di bumi Lancang Kuning ini.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk H. Seri Marjohan Yusuf, mengatakan langkah cepat perlu dilakukan menyusul adanya penggerebekan gudang penimbunan BBM di sejumlah tempat.

"LAMR mendorong segera diambil langkah-langkah reaktif, kesempatan pertama, berkaitan dengan penggerebekan gudang penimbunan BBM di sejumlah tempat," kata Datuk Seri Marjohan, Ahad (4/10/2026).

Langkah tersebut dinilai penting agar praktik penyimpangan tidak terus terjadi dan kelangkaan solar bersubsidi tidak berkelanjutan.

Datuk Seri Marjohan juga mendorong adanya kajian terhadap penambahan kuota solar bersubsidi sesuai kebutuhan riil di lapangan. Namun, penambahan kuota harus dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap mata rantai distribusinya.

"Yang patut menjadi perhatian adalah pengawasan oleh pihak terkait, bagaimana mata rantai distribusinya, pasokan yang tepat sasaran, transparansi dan pengawasan itu sendiri secara keseluruhan," ujar Datuk Seri Marjohan.

Apalagi persoalan kelangkaan solar bersubsidi di Riau bukan masalah baru. Kondisi seperti ini sudah cukup lama terjadi dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

Salah satu dampaknya terlihat dari panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, antrean panjang juga menyebabkan kemacetan.

"Hal ini tentunya berdampak pada ekonomi, biaya tinggi, waktu yang terbuang dan ketidakpuasan pelayanan dalam arti yang luas," ungkap Datuk Seri Marjohan.

Dia meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, diperlukan langkah bersama lintas instansi agar persoalan distribusi solar bersubsidi dapat segera dituntaskan.

"Supaya tidak berlarut-larut, perlu memang segera dibentuk Tim Terpadu, guna membenahi permasalahan tersebut secara cepat, tepat dan bermartabat," ucapnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Sosial

Ditreskrimsus Polda Riau Selidiki Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk Diduga Bermasalah Temuan Personil Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai

Sosial

DPRD Riau Dorong Pembentukan Satgas Solar

Sosial

Malam Ini LAMR Gelar Majelis Zikir, Doakan Jerebu Berlalu

Sosial

PSMTI Serahkan Alquran Berornamen Tionghoa ke LAMR

Sosial

Polresta Pekanbaru Didesak Naikkan Kasus Dugaan Mafia Solar ke Penyidikan

Sosial

Riau Minta Tambah Kuota BBM Subsidi