Brimob Run 2025, Kapolda Riau Suarakan Keadilan untuk TNTN

Redaksi - Sabtu, 22 November 2025 16:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/11/_6792_Brimob-Run-2025--Kapolda-Riau-Suarakan-Keadilan-untuk-TNTN.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Pelepasan peserta Brimob Run 2025.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menyuarakan keadilan untuk Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) pada kegiatan Brimob Run 2025 yang digelar di halaman Mapolda Riau, Sabtu (22/11/2025). Kapolda mengajak masyarakat untuk menggalang kepedulian terhadap lingkungan, khususnya TNTN.

TNTN dikenal sebagai salah satu habitat gajah Sumatera yang saat ini dalam kondisi kritis. TNTN menghadapi tantangan berat akibat perambahan dan alih fungsi lahan ilegal.

"TNTN adalah rumah gajah sejak dulu hingga sekarang. Kawasan ini harus kita kembalikan menjadi habitat gajah, harimau, dan satwa lainnya. Hari ini, melalui kegiatan ini, kita menyuarakan keadilan bagi satwa yang tak bisa bersuara," tegas Irjen Herry, disambut sorak semangat peserta.

Irjen Herry juga memaparkan pendekatan yang diusung oleh Polda, TNI, dan Forkopimda dalam upaya penyelesaian masalah kawasan TNTN.

Ia menekankan bahwa langkah persuasif, komunikatif dan humanis akan menjadi prioritas utama. Harapannya, masyarakat yang masih bermukim di dalam kawasan dapat direlokasi secara baik dan manusiawi.

"Upaya kita adalah mengedepankan komunikasi tanpa kekerasan. Keadilan harus diberikan kepada alam agar tercipta perdamaian antara manusia dan lingkungan," ucap Irjen Herry Heryawan.

Suara gajah dan harimau yang terancam punah, seolah diwakili oleh ribuan langkah kaki peserta Brimob Run 2025 dengan tema "Brimob Presisi untuk Lestari".

rimob Run 2025 hari ini sukses terselenggara. Panitia telah menyiapkan hadiah uang tunai bernilai jutaan rupiah bagi para pemenang, ditambah berbagai doorprize menarik yang menambah gairah kompetisi dan semangat berpartisipasi.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini berhasil menarik antusiasme sekitar 1.600 peserta, mulai dari pegiat lari, komunitas, hingga masyarakat umum dari berbagai penjuru Provinsi Riau.

Acara lari bersama ini tidak sekadar adu cepat. Para peserta tampil maksimal dengan mengenakan kostum yang penuh kreativitas, didominasi tema alam dan kekayaan kebudayaan Nusantara.

Pemandangan runner berkostum gajah, harimau, hingga pakaian adat khas Riau, menghadirkan suasana Brimob Run 2025 menjadi sebuah karnaval mini yang sarat pesan pelestarian.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang menjadi inisiator kegiatan ini, mengungkapkan makna filosofis di balik penyelenggaraan lari bersama.

"Lari bersama ini memiliki nilai filosofis yang tinggi. Kita bangun kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, budaya, dan upaya melakukan restorasi, termasuk menanam pohon," ujar Kapolda di hadapan ribuan peserta.

Olahraga adalah media efektif untuk menyatukan masyarakat dalam misi yang lebih besar.

Brimob Run 2025 semakin istimewa dengan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi. Brimob Run 2025 menjadi perayaan kebersamaan yang utuh dan penuh semangat.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Sosial

BBKSDA Riau Pasang Box Trap di Lokasi Kemunculan Beruang Madu Pelalawan

Sosial

Belasan Gajah Liar Dewasa Masuk Perkebunan Warga Muara Fajar

Sosial

Panglima TNI: Alumni Taruna Nusantara Harus Menjadi Generasi Adaptif, Berkarakter, dan Berintegritas

Sosial

Riau Bhayangkara Run 2026 Dihadiri Artis Ibu Kota, Ada Charly Van Houten hingga Ndarboy

Sosial

Polsek Kandis Tebar Kepedulian Lingkungan, Pengantin Baru Terima Kado Bibit Pohon Ketapang

Sosial

Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan yang Dilakukan Korporasi Sawit