INHU, kabarmelayu.com - Rabu
pagi, (20/8/2025) sele
pas subuh yang hening, deru mesin perahu memecah kesunyian Sungai Gangsal. Dari Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabu
paten Inhu, rombongan kecil berangkat membawa misi besar: menjangkau dua dusun di pedalaman Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (
TNBT), Nunusan dan Bengayoman.
Di atas perahu panjang yang sarat muatan, tergolek karung-karung beras, semen, buku, dan alat tulis—tanda kasih yang dikemas dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Nikmat Halona Reksa (NHR), PT Arkananta Buana Cipta Agro, dan PT Indrawan Perkasa.
Perjalanan itu dipimpin langsung oleh Chandra mewakili Direksi PT Arkananta, General Manager PT Indrawan Perkasa Heppi Irwadi, HRD Rado Saragih, serta Mill Manager PT NHR, Wiwit Wahyudi Abto.
Perahu bergoyang di antara dinding hutan, ranting ranting yang melintang di sungai seperti menguji kesabaran para pejuang kemanusiaan ini. Namun tatkala mereka tiba, semua rasa lelah terbayar. Anak-anak Talang Mamak berlari riang, tangan-tangan kecil mereka ikut membongkar muatan, mata mereka berbinar seakan menerima hadiah ulang tahun kemerdekaan ke 80 dari negeri yang mereka cintai.
Air mata pun tumpah, bukan sekadar karena bantuan beras dan alat tulis, melainkan karena rasa keadilan yang akhirnya hadir. "Warga Talang Mamak juga berhak merasakan kemerdekaan. Bantuan ini bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan janji untuk berbagi," ujar Chandra mewakili Direksi PT Arkananta.
Tokoh masyarakat dan warga RT Nunusan dan Bengayoman menyambut dengan haru, didampingi Kepala Desa Sungai Akar, Mustakim, yang menjadi jembatan antara perusahaan dan dusun terpencil itu. Ia dipuji sebagai pengarah yang memastikan tangan kasih ini sampai tepat pada tujuannya.
Di pedalaman hutan, jauh dari riuh kota, semangat kemerdekaan menemukan makna sejatinya, berbagi, menyapa, dan menguatkan. Sebab kemerdekaan tak hanya dirayakan di alun-alun kota, tetapi juga di tepian sungai kecil, ketika anak-anak Talang Mamak memeluk buku baru dengan senyum yang tak ternilai.(Yudi)