kabarmelayu.comKAMPAR - Danramil 06/Siak Hulu bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan untuk puluhan warga peternak babi di Dusun IV Desa Tanah Merah, Rabu (28/5/2025).
Adapun penyuluhan itu berkaitan dengan pemeliharaan ternak yang meliputi kebersihan lingkungan. Selain itu juga dilakukan dialog dan tanya jawab.
Hadir dalam kegiatan itu Danramil 06/SH, Kapten Cba Y. Zebua, Pj. Kades Tanah Merah, Muhammad Amin, Babinsa Pandau Jaya Peltu Budiman, Babinsa Tanah Merah Serma Gali Handoko, Kasi/Kaur Desa Tanah Merah, Kadus IV, Ketua RW 08, Ketua RT, Satpol PP Dari Kecamatan Siak Hulu serta puluhan warga pemilik ternak babi di wilayah itu.
Danramil 06/Siak Hulu, Kapten Cba Y. Zebua dalam sambutannya memberikan solusi agar limbah ternak babi selalu dibersihkan dengan sebaik mungkin dan menjaga kandang tetap steril. Salah satunya dengan membuat septic tank.
"Agar limbah kotoran tidak menyebarkan bau busuk dan warga yang di sekitar tidak komplain. Karena limbah tersebut bisa berdampak menyebabkan penyakit," ujar Danramil.
Danramil juga mengajak para peternak membuka pikiran yang sehat, bukan kepentingan pribadi tapi juga kepentingan kita semua.
Sebelumnya, Pj Kades Tanah Merah, Muhammad Amin menyampaikan, pihaknya akan membantu dan menyampaikan kepada pemimpin Kabupaten Kampar terkait masalah ini.
"Semoga ada solusi dan mendapat pandangan dari Dinas peternakan, juga diberikan lahan agar warga bisa beternak dengan teratur dan terkoordinir menjadi satu tempat serta mendapat izin," tutur Pj Kades.
Di penghujung acara, pada sesi tanya jawab, beberapa masyarakat turut memberikan masukan.
Damanik, salah seorang warga peternak berharap dari kegiatan ini mendapat solusi hingga tidak ada lagi warga yang komplain.demikian dengan warga peternak lainnya, Marsela, agar pihak berwenang membuat surat edaran berkaitan dengan sosialisasi malam ini yang wajib diketahui dan dipatuhi oleh para peternak.
Warga lainnya, J. Panggabean, dalam kesempatan itu mengaku peduli dengan kebersihan kandang yang disinyalir selama ini menjadi permasalahan dan komplain warga sekitar.
J. Panggabean menyarankan dan mengusulkan, bahwa setiap kandang harus menyediakan septic tank, serta ternak babi tidak boleh dilepas dan jauh dari tempat ibadah.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 22.40 WIB berjalan dengan tertib dan lancar. Warga juga sangat mengapresiasi sosialisasi dari pemerintah desa setempat.