kabarmelayu.comPEKANBARU - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW
NU) Provinsi Riau resmi dilantik, Selasa (27/5/2025).
Pelantikan berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru.
Dengan kepengurusan NU Riau yang baru di bawah kepemimpinan KH R Abdul Khalim Mahali, diharapkan komunikasi dengan pemerintah daerah berjalan baik serta bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf yang melantik pengurus baru menyampaikan harapannya. Ia mengingatkan para pengurus untuk terus mengabdi di Bumi Melayu.
"Saya mengingatkan, PWNU, untuk terus mengabdi kepada Melayu dengan segala cara yang ada," tegas Gus Yahya, Yahya Cholil Staquf.
Gus Yahya juga meminta para pengurus untuk menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah setempat. Dari kerja sama itu, NU akan menghasilkan manfaat yang nyata untuk masyarakat.
"Manfaatnya harus bisa dirasakan dengan nyata oleh masyarakat," tukasnya.
Dalam pelantikan itu, KH R Abdul Khalim Mahali beserta jajaran dilantik langsung oleh KH Ahmad Tonthowi Jauhari.
Ketua PWNU Riau Abdul Khalim Mahali mengatakan, dalam dua tahun kepengurusan ini, pihaknya akan fokus pada pendidikan. Pihaknya berencana untuk membangun Universitas Nahdlatul Ulama di Riau.
"Universitas ini kita rencanakan mayoritas keilmuannya lebih kepada Sains dan Teknologi (Saintek). Sekitar 70 Saintek dan 30 persen keagamaan," kata Mahali.
Selain itu, pihaknya juga akan fokus pada kemandiran ekonomi dengan melakukan kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak
Sebelumnya, Gubernur Riau Abdul Wahid di kesempatan yang sama mengungkapkan harapan agar pengurus PWNU Riau menjalin komunikasi dengan baik antara organisasi tersebut dengan pemerintah daerah.
"Selamat kepada pengurus NU yang berkhidmat. Ke depan kita berkomunikasi dengan baik," harap Abdul Wahid saat memberikan sambutannya.
Dengan komunikasi yang baik, kata Wahid, akan membuat organisasi tersebut berjalan lebih baik pula. Ia berharap, PWNU Riau yang dilantik bisa bersama-sama membangun dan menata kehidupan beragama di Bumi Lancang Kuning.
Agar organisasi berjalan dengan baik, butuh pengurus yang menjiwai pekerjaan. Baginya, Ketua PWNU yang baru, Abdul Khalim Mahali adalah orang yang tepat untuk itu.
"Dengan organisasi yang lebih baik, NU akan berkembang. Saya bersama NU dan masyarakat Riau bekerja sama untuk menata kehidupan beragama kita," ungkapnya.
Harapan besar agar NU di Bumi Lancang Kuning dapat tumbuh lebih kuat secara organisasi dan benar-benar hadir di tengah masyarakat, memberikan dampak nyata, bukan sekadar simbol.
"Saya mohon tunjuk ajar dari para kiai. Tunjuk ajar itu bukan hanya nasihat, tapi arahan yang membawa kita pada pemahaman yang benar," ucapnya, menunjukkan kerendahan hati dan keinginan untuk terus belajar dari para cendekiawan agama.
Pelantikan PWNU Riau kali ini memiliki makna historis tersendiri, Untuk pertama kalinya pelantikan pengurus PWNU Riau digelar di Gedung Daerah, tempat resmi kegiatan pemerintah provinsi Riau.