Waspada Kelangkaan Sembako, Jelang Pilkada Serentak

Redaksi - Senin, 04 November 2024 17:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/11/_7275_Waspada-Kelangkaan-Sembako--Jelang-Pilkada-Serentak.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan kepada seluruh kepala daerah se Indonesia untuk waspada terhadap kelangkaan sembako menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2024 mendatang.

Mendagri menyebutkan, biasanya akan muncul calon kepala daerah yang mengunakan instrumen bagi sembako kepada masyarakat, sehingga dikhawatirkan akan ada sistem borong sembako yang berakibat pada kelangkaan.

Sebab terang dia, sembako menjadi salah satu cara yang digunakan sebagian calon kepala daerah untuk menarik perhatian masyarakat, karena kalau bagi-bagi uang sudah pasti terkena money politik.

"Perlu diwaspadai calon kepala daerah mengunakan instrumen bagi sembako dan lain-lain, karena kalau bagi-bagi uang takut terkena money politik. Jadi instrumen sembako borong beras bisa terjadi, untuk itu kepala daerah perlu diwaspadai," katanya, dalam rakor pengendalian inflasi secara virtual, Senin (4/11/24).

Tito Karnavian meminta kepala daerah untuk mengantisipasi dan melakukan pengecekan stok sembako di berbagai tempat, mulai dari di Bulog, pasar maupun pedagang.

Hal tersebut katanya untuk memastikan apakah stok sembako ini tersedia menjelang pelaksanaan Pilkada yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 November mendatang.

"Rekan-rekan kepala daerah untuk mengantisipasi stok, dan harus ngecek stok di pasar, di bulog, di pedagang, apakah cukup atau tidak," ujarnya.

Mendagri melanjutkan, jika terjadi fenomena borong memborong jelang Pilkada ini, dan kemudian terjadi kelangkaan maka dikhawatirkan banyak masyarakat yang tidak kebagian sembako.

Untuk itu, terang dia, selain Bawaslu, pemerintah daerah juga perlu waspada terhadap upaya mencegah kelangkaan jelang Pilkada tersebut.

"Kalau sampai terjadi fenomena borong memborong dan kemudian terjadi kelangkaan, kasihan yang tidak kebagian. Untuk itu perlu ada upaya selain Bawaslu tentunya perlu kita ingatkan jangan sampai ada praktek money politik dan diwaspadai pula kelangkaan sembako," tuturnya.

"Perlu dilakukan pengecekan stok. Jadi jika terjadi kelangkaan, siap di gelontorkan. Dan nanti setelah selesai Pilkada barangnya ada lagi karena borong memborong nya sudah selesai, ini kira-kira yang perlu kita waspadai menjelang 27 November," tutup dia.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Sosial

Tingkatkan Produksi dan Perluasan Lahan Jagung di Kandis, Langkah Nyata SDM Polda Riau Dukung Program Nasional

Sosial

Disketapang Pekanbaru Monitoring Ketersediaan Pangan

Sosial

Pemprov Riau Gelar 4 Pasar Murah pada Pekan Pertama Juni Ini

Sosial

Tekan Lonjakan Harga Minyakita, Pemko Pekanbaru Siap Gelar Operasi Pasar

Sosial

Pastikan Pangan Murah Terjangkau Masyarakat, Hj. Katerina Susanti Tinjau GPM di Tembilahan

Sosial

RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal