Waspada Konflik SARA

Redaksi - Selasa, 10 September 2024 23:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/09/_1094_Waspada-Konflik-SARA.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Ormas Keagamaan yang digelar oleh fungsi Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Riau di Kantor Kemenag Kabupaten Pelalawan.(Foto: Ist)
PEKANBARU - Banyak bangsa di dunia hancur bercerai- berai bukan karena diserang oleh bangsa lain, tetapi akibat konflik internal bernuansa suku dan agama. Sehingga itu, peran moderasi beragama pada fungsi pencegahan sangat penting.

"Ini yang harus kita jaga agar tidak terjadi di Indonesia. Sehingga ketentraman, kedamaian dan persatuan kita tidak terpecah belah," hal ini ditegaskan Kabiro AUK UIN Sunan Gunung Jati, Imam Syafei, saat menjadi narasumber pakar pada kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Ormas Keagamaan yang digelar oleh fungsi Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Riau di Kantor Kemenag Kabupaten Pelalawan, Selasa (10/9/2024).

Imam Syafei menyebutkan, Indonesia dianugerahi negeri yang kaya, yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, keanekaragaman suku dan agama.

Begitu luasnya Indonesia, 9 jam penerbangan dari Sabang sampai Merauke masih berada di wilayah Indonesia.

"Kita tidak ingin NKRI hancur. Untuk menjaganya, pemerintah melalui Kementerian Agama menggagas program moderasi beragama yang bertujuan untuk menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa agar tidak bercerai berai," jelasnya.

Sebuah bangsa yang ingin menjaga kedaulatan negerinya membeli alutsista yang canggih, tapi pada sisi lain alutsista yang canggih tersebut tidak dipakai untuk berperang. Hanya dipakai untuk berjaga-jaga apabila diserang oleh negara lain. Demikian pula moderasi beragama dipakai untuk berjaga-jaga agar konflik antar agama tidak terjadi.

Sementara itu dalam laporannya ketua panitia Gana Radguna mengatakan, kegiatan sosialisasi berlangsung sehari diikuti oleh 30 peserta dari ASN Kemenag dan perwakilan ormas keagamaan yang ada di Pelalawan. Menghadirkan narasumber dan fasilitator yang ditetapkan oleh pokja moderasi beragama Kemenag RI Azni dan Ahmad Masyari dari Rumah Moderasi UIN Suska Riau.

"Tujuan kegiatan ini untuk menanamkan nilai-nilai beragama secara moderat dengan menghargai hak- hak setiap insan untuk mentaati dan menjalankan perintah agamanya dengan sebaik-baiknya, serta memberikan ruang kepada orang lain untuk juga meyakini dan menjalankan agama sesuai keyakinannya," ungkap Gana.

Kegiatan Sosialisasi dibuka oleh Kakankemenag Pelalawan diwakili oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Iswadi M. Yazi.

Iswadi menyampaikan bahwa program moderasi beragama tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak. Apalagi sudah ada Perpres 58 Tahun 2023 sebagai dasar pengimplementasian moderasi beragama di kementerian dan lembaga.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Sosial

Waka I DPRD Inhil Hadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Pekanbaru

Sosial

Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat

Sosial

Kolombia Tegaskan Pengakuan Atas Kedaulatan Maroko di Wilayah Sahara, Presiden IMSB Beri Apresiasi Tinggi

Sosial

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Sosial

Stop Kriminalisasi, KNARA Tuntut Kasus Mantan Kades Sungai Raya Diselesaikan dengan Jalur Reforma Agraria

Sosial

Gawat! Harimau Berkeliaran di Pulau Burung Inhil, Sekolah Tatap Muka Dihentikan Sementara