Wartawan Diajak Lihat Ladang Minyak Penghasil Minyak Termahal Kedua di Dunia

Harijal - Minggu, 18 Desember 2016 12:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/12/ba126d122016_wartawankunjungi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

PEKANBARU, kabarmelayu.com -Puluhan wartawan lokal dan nasional mengikuti fieldtrip ke Gathering Station-1 Minas Sabtu (17/12/16). Selain melihat alur produksi minyak termahal kedua di dunia setelah Brent Oil, wartawan juga mendapatkan penjelasan dari Manager Production South, Sukamto.

Menurutnya, saat ini di GS-1 masih menggunakan sistem steamflood. Yaitu tehnologi yang menginjeksikan uap air untuk mengangkat minyak ke permukaan.

"Dulu sempat digunakan sistem injeksi surfactan. Namun masih uji coba dan masih belum digunakan lagi," terangnya.

Sementara itu, Presiden Direktur CPI, Albert Simanjutak menjelaskan bahwa produksi minas menyumbang 20% dari total produksi Chevron di Indonesia.

Duri, tambah dia, sebagai lapangan terbesar yang dioperasikan CPI, telah beroperasi menggunakan teknologi injeksi uap (steamflood) untuk meningkatkan produksi sejak 1985 dan menjadi salah satu pengembangan injeksi uap terbesar di dunia.

Pada tahun 2015, teknologi injeksi uap diterapkan untuk pengelolaan 77 persen lapangan-lapangan di Duri,jelas Albert.

Di Lapangan Minas, kami terus mengoptimalkan program injeksi air (waterflood). Pada tahun 2015, kami melanjutkan proyek percontohan yang menggunakan proses injeksi kimia untuk meningkatkan perolehan minyak mentah ringan di lapangan Minas dan sekitarnya, papar Albert lagi.

Total produksi akumulasi Chevron sampai saat ini lebih dari 11 miliar barel minyak.

Albert juga menjelaskan, Chevron terus berkomitmen untuk mempertahankan operasi migas secara selamat, efektif, efisien dan andal agar dapat memenuhi komitmen produksi untuk mendukung target pemerintah.

Kami juga berkomitmen untuk terus menerapkan terobosan dan teknologi lanjutan guna memaksimalkan perolehan minyak dan mempertahankan angka produksi dari lapangan marginalnya yang penting bagi penyediakan energi Indonesia, paparnya.

Chevron adalah salah satu perusahaan energi terintegrasi dunia terdepan dan melalui unit usahanya di Indonesia, telah beroperasi di negeri ini selama 92 tahun. Dengan inovasi dan komitmen karyawan yang sangat terampil dan berdedikasi, Chevron Indonesia menjadi salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia.

"Dari lapangan-lapangan minyak darat kami di Riau, Sumatera dan lapangan-lapangan lepas pantai di Kalimantan Timur, kami telah memproduksi lebih dari 12 miliar barel minyak demi memenuhi kebutuhan energi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkasnya.***

 

 

(riauterkini.com)

 

Berita Terkait

Sosial

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Sosial

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Sosial

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Sosial

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Sosial

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Sosial

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru