Kabar Melayu (PELALAWAN) - Terkait tertundanya pelaksanaan operasi bocah asal Kabupaten Pelalawan, Nurul Aisyah yang mengalami jantung bocor hingga dua bulan mendatang, DPRD Pelalawan angkat bicara. Dewan meminta Diskes mencari solusi terbaik dalam penanganan bocah tersebut.
"Kita minta Diskes lebih serius menangani tertundanya pelaksanaan operasi Nurul Aisyah dengan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Apakah tidak ada solusi lain, selain hanya melakukan operasi di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita saja," kata H. Abdullah AMd, Wakil Ketua Komisi I DPRD Pelalawan, Ahad (15/11/2015).
Pasalnya, waktu dua bulan ini merupakan waktu yang sangat lama, sementara penyakit yang dialami Nurul Aisyah, butuh penanganan cepat.
"Tentu kita berharap Diskes Pelalawan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Diskes Provinsi dalam penanganan Nurul Aisyah dua bulan ini. Apakah dilakukan rawat inap atau rawat jalan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Jadi jangan hanya diam tanpa ada penanganan serius," ucapnya.
Dikatakan Abdullah, meskipun biaya operasi Nurul Aisyah ditanggung pihak Pemprov Riau melalui Jamkesda, namun bocah itu tetap pasien asal Kabupaten Pelalawan.
"Jangan nantinya ada kesan kita lepas tangan dengan kondisi seperti ini. Penanganan Nurul Aisyah ini harus jelas dan transparan. Ya, harus jelaslah penanganannya, jangan ada kesan kita tidak peduli atau menelantarkan pasien," tukas Abdullah yang juga Sekretaris Fraksi Madani DPRD Pelalawan.(rec)