K-SPSI Riau Paparkan Rekomendasi Hasil Rakerda

Harijal - Rabu, 30 November 2016 14:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/11/91b59b122016_kspsipaparkan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
riaueditor.com
Ketua DPD KSPSI Riau, Nursal Tanjung di hadapan puluhan wartawan saat memaparkan hasil rekomendasi di kantor Sekretariat Jalan Paus, (Rabu 30/11)

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Bertempat di kantor sekretariat Jalan Paus Pekanbaru, Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Riau, Nursal Tanjung menggelar jumpa pers, Rabu (30/11/16).

Acara ini terkait Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar DPD KSPSI Riau pada 27 dan 28 Nopember 2016 di Rumbai kemarin.

"Rakerda yang kita gelar selama dua hari kemarin di Rumbai menghasilkan beberapa poin rekomendasi. Secara umum hasil rekomendasi untuk mensejahterakan para pekerja," ujar Nursal.

Ia memaparkan, rekomendasi tersebut diantaranya, menuntaskan dan menyelesaikan dualisme organisasi, legalitas logo KSPSI sejak 1973 yang syah dibawah Yoris Raweyai yakni, hasil  kongres di hotel Borobudur Jakarta Desember 2014. Sementara lambang dan logo SPSI versi Andi Gani berbeda dan merupakan KSPSI AGN.

Selain itu KSPSI Riau juga merekomendasikan Peningkatan Hubungan Industrial (HIP), menjajaki pembangunan rumah bagi pekerja anggota KSPSI, menjajaki kemungkinan dibangunnya panti asuhan anak yatim pekerja SPSI, pengembangan Kewirausahaan, menghapus sistim kerja outrshorching  dan beberapa rekomendasi lain yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Lebih jauh dijelaskan Nursal, ada 12 federasi organisasi yang berada dibawah KSPSI. Diantaranya, NIBA, SPTSI SPSI III dan lain-lain.

"Pokoknnya organisasi yang ada dibawah kita tetap memakai SPSI. Ada yang pakai huruf F dibelakangnya ada huruf K, namun tetap mencantumkan nama SPSI," katanya.

Sementara ketika disinggung soal insiden yang terjadi di Hotel Arya Duta beberapa hari lalu, Nursal Tanjung mengatakan, bahwa kegiatan pada saat itu bukan Musda, melainkan seminar lokakarya.

"Itu bukan kegiatan Musda melainkan seminar lokakarya pengukuhan sekaligus memberikan pencerahan dan pencerdasan kepada anggota KSPSI Riau," ujarnya.

Ia berharap dengan pemahaman yang jelas tentang organisasi ini, anggota tidak dibodoh-bodohi oleh oknum tertentu. Sehingga mereka tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

"Jadi organisasi ini adalah hak dari pada anggotanya. Kekuatan organisasi tertinggi ada di anggota dilakukan melalui musyawarah. Itu perinsipnya organisasi ini," tegas Nursal. (rec)

 

Berita Terkait

Sosial

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Sosial

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Sosial

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Sosial

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Sosial

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Sosial

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru