FPI: Berlakukan Jam Malam Bagi Remaja

Harijal - Kamis, 12 November 2015 20:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2015/11/e2ce6e112015_kabarmelayufpipekanbaru.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Internet
FPI Pekanbaru menggelar sweeping di tempat hiburan malam beberapa waktu lalu.

Kabar Melayu (PELALAWAN) - Menyikapi dekadensi moral ummat, Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Pelalawan memiliki kepedulian yang besar, terutama di kalangan remaja. Salah satu upaya meredam kebebasan remaja adalah diberlakukannya jam malam di daerah ini.

"Penerapan jam malam bagi anak-anak dan remaja maksimal jam 10 malam Minggu (22.00 WIB)," kata Ketua Dewan Tanfizhi DPW FPI Pelalawan, Ir. H. Syaugi Shahab, Kamis (12/11/2015). 

"Diharapkan dengan penetapan jam malam ini, sehingga anak-anak remaja tidak lagi ada yang berkeliaran, bergerombol, kebut-kebutan, bermaksiat dan sebagainya," imbuh Syauqi lagi. Jika kebijakan ini diberlakukan, sambungnya, remaja yang masih berkeliaran akan ditangkap oleh petugas yang ada. "Tangkap anak-anak yang masih berkeliaran diatas jam 10 malam," tegasnya. 

Dikatakan Syauqi, pemerintah harus berani mengambil kebijakan. Meskipun mungkin dalam penerapannya ada yang pro dan kontra. Sebagai Ormas Islam, FPI dan ormas Islam yang lain siap mendukung kebijakan tersebut. 

"Sekali lagi saya sampaikan kepada umaro (pemimpin-red), dalam hal ini Pemkab Pelalawan harus berani mengambil sikap. Inilah cara satu-satunya yang dapat  menyelamatkan generasi muda penerus bangsa," ungkap Syauqi. 

Terpaparnya remaja dengan kebebasan hingga malam hari, mereka juga bisa menjadi sasaran aksi kejahatan. Sebut saja remaja yang motornya dirampas, pemiliknya ditembak dan lainnya. Untuk itu, FPI juga mengetuk kepedulian para orang tua untuk peduli dalam masalah ini.

Ketua FPI Pelalawan ini menuturkan, bahwasanya masalah ini sudah disampaikan pada kesempatan silaturrahim yang diagendakan oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pelalawan bersama seluruh ormas Islam, pekan lalu di Kantor Kemenag Pelalawan. 

"FPI tidak main-main dalam hal ini. FPI akan langsung bertindak. Karena juga merupakan bagian dari amar ma`ruf nahi munkar. Kita perlu dukungan dari pemerintah dan ormas Islam lainnya juga, karena ini masalah keummatan," paparnya sambil mengajak seluruh ummat Islam tetap bersatu dalam bingkai kesadaran kolektif sesuai tuntunan Alquran dan As Sunnah.(rec)

Berita Terkait

Sosial

Pasca Karhutla, BPBD PK Riau dan Pekanbaru Sisir Lahan Bekas Terbakar

Sosial

Harga Cabai Pekanbaru Makin 'Pedas', Pemko Usul Subsidi Angkutan

Sosial

Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto

Sosial

Bupati Inhil H. Herman Dorong Pembina Pramuka Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman

Sosial

Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar

Sosial

Polsek Cerenti Musnahkan Rakit PETI