PASIRPANGARAIAN, kabarmelayu.com - Bencana banjir terjadi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) pada Senin (14/11/16) kemarin, merendam ribuan rumah masyarakat di enam kecamatan. Dan saat ini sudah mulai surut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul, Aceng Herdiana, Selasa (15/11/16), mengatakan sesuai data terakhir, hasil pendataan petugas, 1.928 rumah masyarakat di lima kecamatan terendam banjir.
Dampak meluapnya Sungai Aliantan, sebanyak 270 rumah masyarakat di dua desa, ditempati 840 jiwa terendam banjir, terdiri 240 rumah di Desa Aliantan ditempati 716 jiwa, dan 30 rumah di Desa Batu Langkah ditempati 124 jiwa.
Di Kecamatan Tandun, sekira 233 rumah ditempati 690 jiwa di tiga desa terendam, terdiri Desa Tandun 172 rumah (478 jiwa), dan Desa Koto Tandun 46 rumah (158 jiwa), dan di Desa Puo Raya ada 20 rumah ditempati 54 jiwa terendam.
Bencana banjir juga melanda tiga daerah di Kecamatan Ujungbatu. Sekira 97 rumah ditempati 371 jiwa terendam, terdiri di Kelurahan Ujungbatu 10 rumah (30 jiwa), Desa Pematang Tebih 21 rumah (77 jiwa), dan Dusun Bukit Raya 66 rumah (264 jiwa).
Banjir di Kecamatan Rambah Samo merendam sebanyak 350 rumah ditempati 1.082 jiwa tersebar di lima desa, terdiri Desa Teluk Aur 44 rumah (178 jiwa), Desa Lubuk Napal 165 rumah (495 jiwa), Desa Lubuk Bilang 78 rumah (234 jiwa), Desa Rambah Samo 28 rumah (84 jiwa), dan Desa Sei Salak 20 rumah (45 jiwa).
Sedangkan di Kecamatan Rambah, sekira 978 rumah dihuni 3.396 jiwa di 8 daerah terendam banjir, terdiri di Dusun Darussalam 123 rumah (369 jiwa), Dusun Nogori 216 rumah (826 jiwa), Dusun Maratugun 106 rumah (358 jiwa).
Kemudian, Desa Koto Tinggi 45 rumah (180 jiwa), Lingkungan Tanjung Harapan 136 rumah (554 jiwa), Lingkungan Tanjung Belanti 15 rumah (58 jiwa), Lingkungan Kota 25 rumah (75 jiwa), dan di Dusun Tulang Gajah Desa Pematang Berangan 321 rumah dihuni 976 jiwa terendam.
Aceng mengungkapkan upaya dilakukan BPBD Rohul bersama TNI dan Polri, serta masyarakat yakni melakukan upaya evakuasi, mendirikan tenda di beberapa titik, dan mendirikan dapur umum di beberapa tempat.
Bantuan yang telah disalurkan sendiri seperti mie instan, nasi bungkus, beras, dan ikan kaleng.
"Sejauh ini belum ada korban banjir yang mengungsi," pungkas Aceng kepada wartawan.
(riauterkini.com)