KAMPAR, kabarmelayu.com - "Saat ini sudah tidak ada wilayah di Kabupaten Kampar yang terbebas dari pengaruh narkoba bahkan pengaruh narkoba sudah masuk kepelosok Desa", ujar Nazaruddin disela-sela acara, Sabtu (22/10/16).
Untuk itu, mari kita perangi bersama dengan cara mengingatkan para generasi muda akan bahaya narkoba. Peran orang tua dalam hal ini sangat dibutuhkan dalam mengawasi, mengontrol pergaulan putra putrinya sehari-hari agar terhindar dari pengaruh narkoba, Ucapnya.
Sebab, sekali mencoba akan terus mencoba sehingga menjadi pemakai dan pecandu narkoba. Ketika sudah ketergantungan apa saja dilakukan guna mendapatkan barang haram itu. "Jadi mari kita awasi dan jaga putra putri kita", Ujarnya.
Sementara itu ketua DPD Granko Kabupaten Kampar, Hasmijon mengungkapkan bahwa berdasarkan data 75 persen pengguna dan pemakai narkoba didominasi generasi muda dan dari usia produktif.
Jadi kalau tidak kita perangi tentu dampaknya sangat buruk terhadap generasi muda sebagai penerus bangsa. Pemberantasan narkoba bukan hanya tanggungjawab aparat keamanan melainkan tanggungjawab bersama, Ucapnya.
"Narkoba sudah merajalela, mari kita perangi", ujar Hasmijon.
Lebih jauh Hasmijon mengatakan, Granko lahir dan tumbuh dari pergerakan murni masyarakat Desa Penyesawan yang anti narkoba dan anti korupsi. Kemudian mengembangkan diri sampai tingkat nasional, ungkap Hasmijon.
Disadarinya, jika organisasi ini tidak mendapat dukungan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum serta masyarakat, maka pergerakannya akan lambat dan jalannya terseok-seok sehingga susah menjalankan tugas dan fungsinya membebaskan Kabupaten Kampar dari Narkoba, Ucapnya. (rec)