Bokor World Music Bakal Kembali Mendunia di Kepulauan Meranti

Harijal - Selasa, 27 September 2016 14:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/09/58f83d092016_riaueditor_bokorworldmusicbakalkembalimenduniadikepulauanmeranti.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

SELATPANJANG, kabarmelayu.com - Helat Desa Bokor Kecamatan Rangsangbarat, Kepulauan Meranti kembali akan menggelar iven musik berskala internasional. Iven yang digelar Bulan November 2016 itu akan diisi oleh beberapa grup musik dalam dan luar negeri.Ketua Sanggar Bathin Galang Sopandi Rozalia SSos, mengatakan saat ini sudah ada sekitar 30 grup musik baik dari dalam maupun luar negeri yang mereka hubungi. Keseluruhan grup musik itu menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam perhelatan berskala internasional kedua itu."Kita sudah berkomunikasi dengan beberapa grup musik dari dalam dan luar negeri," kata Sopandi, dalam pers rilisnya Selasa (27/9/2016).Dalam perhelatan musik berskala internasional yang akan digelar tanggal 14 hingga 16 November 2016 itu, grup musik dari Indonesia berasal dari Aceh hingga Papua. Sementara dari luar negeri yang menyatakan kesiapannya ada dari Malaysia, Inggris, Prancis, Maroko, Rumania, dan Afrika Selatan."Kita sudah melayangkan surat undangan ke mereka. Tinggal diseleksi oleh tim kurator nantinya," ujar Sopandi lagi.Dijelaskan Sopandi juga, Bokor World Music ini merupakan iven musik di Riau kedua kalinya digelar. Kemarin mereka telah sukses melaksanakannya pada tahun 2015.Pelaksanaan Bokor World Music 2016 ini juga bakal didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau lewat Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf). Dukungan anggaran tersebut dimasukkan dalam mata anggaran APBD Perubahan Provinsi Riau dan menunggu persetujuan DPRD."Alhamdulilah Disparekraf telah menyatakan siap mensponsori Bokor World Music. Mudah-mudahan usulan dalam APBD perubahan itu disetujui dewan provinsi," kata Sopandi.Menurutnya komunikasi bersama pihak provinsi memang sudah dilakukan sejak lama, dengan harapan ada dukungan finansial mengingat kondisi keuangan Kepulauan Meranti yang sangat minim."Kalau berharap dukungan anggaran dari Pemkab Meranti sangat susah untuk saat ini," ungkap Sopandi.Untuk tahun 2016, Iven musik berskala internasional ini sengaja dibuat berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini panitia lebih mengedepankan kearifan lokal Desa Wisata Budaya Bokor. Seperti, "bele kampung" hingga permainan rakyat yang pernah memegang rekor MURI yaitu "lari di atas tual sagu"."Ini sengaja kami buat agar kenangan para seniman selama di Bokor menjadi kado perbincangan saat mereka pulang ke tempat asal. Mudah-mudahan iven ini menjadi daya tarik agar banyak masyarakat berkunjung ke desa wisata budaya di Meranti," harap Sopandi.Masih menurut Sopandi, Bokor World Music merupakan event music di Riau yang kedua kalinya diadakan, event musik ini dilaksanakan di Desa Wisata Budaya Bokor Kepulauan Meranti Propinsi Riau, dilaksanakan pada tanggal 14 s.d 16 November 2016 nantinya."Insya Allah sudah beberapa group sudah siap untuk datang ke Bokor World Music, hingga aceh sampailah ke Papua, dari malaysia hingga inggris, perancis, maroko, rumania dan afrika selatan, kita sudah melayangkan undangan ke mereka tinggal diseleksi oleh team kurator yang ditunjuk oleh pihak penyelenggaranya," sebut diaDitambahkan dia, event ini sengaja kami buat berbeda dengan world music di indonesia kami lebih mengedepankan kearifan lokal desa wisata budaya bokor untuk promosi wisata Riau, dari bele kampung hingga permainan rakyat yang pernah memegang rekor MURI.Lomba lari diatas tual sagu, mengapa kami buat begitu agar kenangan mereka para seniman selama berada di Bokor menjadi kado perbincangan disaat mereka pulang ke tempat asal mereka, mudah mudahan event ini mendapat pemikat hati para penikmat seni, dan Desa Wisata Budaya Bokor menjadi bertambah daya tarik wisata, tutupnya.(azw/rec)

 

Berita Terkait

Seni

Panglima TNI: Alumni Taruna Nusantara Harus Menjadi Generasi Adaptif, Berkarakter, dan Berintegritas

Seni

Polsek Kandis Kawal Pemakaman Jenazah Mr. X

Seni

Program Ketahanan Pangan, Polsek Kandis Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Tumpang Sari

Seni

H. Haris Bantah Tuduhan Penjarahan Sawit, Kuasa Hukum: Lahan 110B Sudah Diserahkan Satgas PKH ke PT ASI

Seni

Paguyuban UPT SDN 024 Tarai Bangun Gelar Pelepasan Siswa Kelas VI

Seni

Gagal Salip Truk Tangki, Pemotor di Soekarno Hatta Tewas Terlindas