Buka Kegiatan Porseni Guru TK, Ini Kata Asisten III Setda Provinsi Riau

Harijal - Rabu, 13 Oktober 2021 16:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/10/8a6e81102021_bukakegiatanporsenigurutkini.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Riau

DUMAI - Asisten III Setda Riau, Syahrial Abdi membuka kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Riau. Digelar di Gedung Sri Bunga Tanjung Dumai, Rabu (13/10/21).

Syahrial Abdi menyampaikan bahwa perhelatan Porseni IGTKI Riau ini bertujuan untuk mewadahi potensi. Selain itu, untuk mengasah bakat dari segenap tenaga  pendidik taman kanak-kanak dalam bidang seni dan olahraga.

"Terselenggaranya Porseni IGTKI provinsi Riau ini tidak hanya konsolidasi para tenaga pendidik. Tapi juga untuk memupuk rasa kebersamaan kekeluargaan dan solidaritas yang semakin kuat dan hebat," katanya.

Syahrial menyebutkan, dengan adanya Porseni IGTKI Riau, maka bisa menjadi ajang untuk membuka pikiran dan pengalaman. Sekaligus mengembangkan pembelajaran permainan yang bisa merangsang peserta didik.

Lalu, untuk menjadikan guru yang lebih baik yang harus memiliki karakter sebagai pembelajaran inovasi menginspirasi. Sehingga anak tertarik untuk belajar melalui kegiatan ini.

"Guru TK punya kesempatan untuk mengedepankan kreativitas dan bisa diaplikasikan untuk membentuk karakter anak-anak," ujarnya.

Syarial Abdi turut mengapresiasi tema Porseni IGTKI Riau kali ini. Ia menyebut untuk memunculkan kesadaran kolektif, maka diperlukan kerja sama semua pihak. Hai ini untuk mewujudkan anak yang cerdas, serta berkarakter Indonesia dan berbudaya Melayu.

"Setiap anak membawa potensi unggul, tergantung bagaimana orang tua para guru dan lingkungan yang mengembangkan pengasuhan dan mendidiknya," sebutnya.

Ia menambahkan, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa usia 0-6 tahun merupakan masa pembentukan kecerdasan serta karakter anak.

Itulah sebabnya menurut Syahrial Abdi, seorang pendidik harus memenuhi kompetensi guru, yaitu kompetensi kepribadian.

Kemudian, kompetensi pedagogik yaitu kompetensi berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam memahami proses pembelajaran, profesional, serta sosialisasi. 

"Kualifikasi akademik juga sangat penting bagi para tenaga pendidik," tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua PKK Riau, Misnarni Syamsuar, Wakil Ketua PKK Riau, Suti Mulyati Edy, Wali Kota Dumai, Paisal serta tamu undangan lainnya. (MCR)

Berita Terkait

Seni

Rakerda KORMI Pekanbaru Siapkan Program dan Event Olahraga Masyarakat

Seni

Tabrak Rombongan Pelajar, Satu Tewas, Ketua PP Siak Tersangka

Seni

Cegah Kelangkaan BBM, Pemkab Bengkalis Koordinasikan Penambahan Pasokan dan Jam Operasional SPBU

Seni

Wako Pekanbaru Buka MTQ Kecamatan Rumbai di Lahan Bekas Karhutla

Seni

Polsek Kampar Kiri Amankan Pria Bersama 103,55 Gram Sabu

Seni

Imbang 1-1, PSPS Curi 1 Poin di Kandang Adhyaksa FC