Tarian Melemang, Pentas Hiburan Keluarga Kerajaan di Kepri

Harijal - Minggu, 04 Juli 2021 19:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/07/9cab8e072021_untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa

BATAM - Di abad ke-12 Tarian Melemang menjadi salah satu pentas pertunjukan di masa pemerintah kerajaan. Pada saat itu dipimpin Sri Mayang Mengurai.

Sajian itu tersedia di acara-acara khusus keluarga kerajaan. Tujuannya untuk menghibur keluarga kerajaan, juga untuk suguhan hiburan pembesar-pembesar kerajaan, yang sedang berkunjung ke pusat pemerintahan.

Masyarakat setempat mengartikan, Melemang sebagai gerakan melenturkan tubuh ke belakang, yang menyerupai bentuk layang. Gerakan tubuh tersebut, menjadi kedua kaki dan tangan yang juga menjadi tumpuan menjaga berat tubuh.

Istilah Melemang berasal dari sebutan masyarakat Melayu, terhadap jenis penganan yang terbuat dari pulut (ketan), lemang.

Lemang berbahan baku dari beras ketan, yang ditanak dengan santan dan dikukus. Setelah dikukus, beras ketan tersebut ditumbuk ala kadarnya, agar butiran-butiran beras menyatu.

Berbeda dengan jenis beras biasa, meskipun pulen tidak akan menyamai kelenturannya lemang. Secara historis, berbicara mengenai kesenian Melemang tidak dapat melepaskan diri dari joget Dangkong, demikian menurut tetua-tetua kampong.

Melemang berakar pada kesenian joget dangkong, yang cukup popular pada masyarakat Melayu, pada masyarakat melayu pesisir Kepri.

Dangkong merupakan  bentuk tari persembahan, untuk menghormati para tamu kerajaan dan juga sebagai tari pergaulan. Para pembesar kerajaan dapat turun ke panggung dan ngebeng bersama para penjoged dangkong tersebut.

Sajian Melemang dalam kebudayaan Melayu sekarang, lebih dimaknai sebagai sebuah seni atraksi akrobatik. Yang mana mengutamakan kelenturan tubuh seseorang.

Sementara ini, Melemang tidak dikelilingi dengan makna-makna simbolik yang mengacu atau menuju kepada referensi tertentu.

(sumber: Batamnews.co.id)

Berita Terkait

Seni

Hotspot Riau Bertambah Lagi, Langit Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap

Seni

T. Azwendi: Media Bukan Sekadar Mitra

Seni

Kolaborasi SEF dengan Kulukis Art, Gelar Pelatihan Desain Kreatif

Seni

Jangan Sebar Data Pribadi Sembarangan!

Seni

Polres Dumai Ungkap Peredaran 1.365 Pil Ekstasi

Seni

Satgas Kahurtla TNI Gelar Salat Istisqo, Hujan Deras Mengguyur