Ratusan Miniatur Unik Ini Siap Sambut Peserta Bokor World Music Festival 2016

Harijal - Minggu, 13 November 2016 19:33 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/11/077edd112016_ratusanminiatur.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
goriau.com
Miniatur alat musik buatan The Pokah

SELATPANJANG, kabarmelayu.com - Sekelompok pemuda Desa Bokor Kecamatan Rangsangbarat, Kepulauan Meranti, Riau, yang menamakan diri mereka The Pokah, membuat banyak miniatur. Ukiran tangan dengan peralatan seadanya itu dipersiapkan menyambut iven Bokor World Music Festival tanggal 19 hingga 21 November 2016.

Khaidir, salah seorang anggota The Pokah mengatakan, menjadi pengrajin miniatur dan kerajinan tangan, sudah dirintis beberapa waktu lalu. Namun, baru aktif dan langsung action sekitar 2 minggu belakangan.

Ditambahkan Abdillah Hatta yang juga anggota The Pokah, membuat miniatur berbagai alat musik dan mainan kunci ini berawal dari cerita saat sedang ngumpul. Dari sana, terpikir mereka suatu ide usaha untuk melakukan kegiatan membuat cenderahati atau souvenier. Setelah semua sepakat dan mulai action, maka terciptalah beberapa miniatur alat musik seperti gitar, drum, ayak sagu, sampan, dan berbagai mainan kunci.

Miniatur ini, kata mereka lagi, sengaja dipersiapkan untuk seluruh peserta BWMF 2016. Setidaknya, harap Khaidir, para peserta akan membeli miniatur buatan mereka sebagai ole-ole untuk dibawa pulang ke daerah masing-masing.

"Bahan yang kita gunakan kayu jabon," ujar Khaidiri.

Diceritakan Khaidir, mereka membuat miniatur ini secara otodidak dengan mengambil sample dari internet. Sementara peralatan yang digunakan sangat sederhana, yaitu menggunakan parang, pisau, dan lainnya. Mereka sama sekali tidak menggunakan peralatan canggih atau mesin.

"Saat ini sudah ratusan kerajinan tangan yang kami hasilkan dengan berbagai bentuk," kata Khaidir lagi.

Namun, sampai sekarang The Pokah belum berniat memasarkan hasil kerjanya. Mereka mengakui dengan peralatan sederhana, masih terdapat kekurangan dalam membuat handycraft itu. Padahal, sudah ada beberapa pesanan yang tertarik melihat produk nya di media sosial yang diunggahnya beberapa waktu lalu.

"Kami mengerjakan dengan cara manual, bukan dengan mesin. Jadi, hasilnya belum sempurna dan belum bisa dipasarkan," katanya.

Sekedar informasi, sejumlah musisi yang sudah mengkonfirmasi kehadiran mereka di BWMF 2016 antara lain, Steev Kindwald dari Rumania, Gilles Saissi dari Prancis, dan Cwrwia dari Wales. Kemudian ada Ghahmuhyi dari Malaysia dan Darmawen dari Solo. Darmawen ini gabungan musisi dari Wales, Mexico, Inggris, Polandia dan Indonesia.

Selain itu, juga ada musisi dari nusantara seperti grup rege melayu, Made in Made dari Aceh, Kalila Project Sumatera Utara, Minangpantagong dari Sumatera Barat, Forum Kompang Batam, dan Et Labora Poni dari Subang.

 

(goriau.com)    

 

Berita Terkait

Seni

Rakerda KORMI Pekanbaru Siapkan Program dan Event Olahraga Masyarakat

Seni

Tabrak Rombongan Pelajar, Satu Tewas, Ketua PP Siak Tersangka

Seni

Cegah Kelangkaan BBM, Pemkab Bengkalis Koordinasikan Penambahan Pasokan dan Jam Operasional SPBU

Seni

Wako Pekanbaru Buka MTQ Kecamatan Rumbai di Lahan Bekas Karhutla

Seni

Polsek Kampar Kiri Amankan Pria Bersama 103,55 Gram Sabu

Seni

Imbang 1-1, PSPS Curi 1 Poin di Kandang Adhyaksa FC