Semai Bibit Budi Pekerti Melalui Sastra Anak

Redaksi - Jumat, 12 September 2025 14:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/09/_4758_Semai-Bibit-Budi-Pekerti-Melalui-Sastra-Anak.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Bunda Literasi Riau, Henny Sasmita Wahid,menjadi pembicara dalam kegiatan webinar Literasi Pelita Kecil Harapan Negeri: "Menyemai Budi Pekerti Lewat Sastra Anak" yang diselenggarakan oleh Pokja II PKK Riau, Jumat (12/9/25).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Literasi Internasional ini diikuti seluruh pengurus dan kader TP PKK provinsi, kabupaten/kota dan desa atau kelurahan se-Riau.

Bunda Literasi Riau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya webinar kegiatan literasi anak ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat sekaligus mengingatkan lagi bagaimana menyemai bibit budi pekerti pada anak lewat sastra.

"Zaman dulu orang tua kita sering sekali menyemai bibit budi pekerti tunjuk ajar itu lewat dongeng. Nah, hari ini salah satu implementasinya lewat sastra. Mari menyemai bibit pekerti lewat sastra," ucapnya.

Henny Wahid melanjutkan, mengenal sastra itu banyak sekali manfaatnya, karena sastra mengajarkan baik yang tersirat maupun tersurat. Mulai dari mengenai alam sekitar, budi pekerti, adat istiadat dan berbagai hal baik yang dapat diwariskan ke anak cucu melalu cara yang indah yaitu sastra.

Bunda Literasi Riau yang juga Ketua TP PKK Riau ini mengakui, dulu orang tuanya sering menceritakan berbagai macam legenda. Bahkan katanya, sampai hari ini ceritanya masih diingat, walaupun pada masa dulu maknanya dia tidak paham secara langsung, tapi menanamkan nilai-nilai dasar budi pekerti.

"Saya waktu kecil sering didongengin ibu saya misalnya tentang berbagai macam legenda, sesuai kearifan lokal, seperti Putri Dalam Labu. Ternyata ceritanya menanamkan kejujuran pada anak, dan sampai hari ini saya juga sering ceritakan kepada anak saya, dan itu juga membekas bagi anak saya bahkan sampai dewasa," ucapnya.

Henny Sasmita Wahid menyebutkan, ternyata sastra memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan anak, salah satunya dalam menanamkan budi pekerti pada anak.

Untuk itu, dia mengajak semua TP PKK Riau untuk terus menggerakkan literasi dalam keluarga, salah satunya dengan melestarikan sastra anak melalui dongeng dan kegiatan lainnya.

"Jadi ibu-ibu hari ini kita belajar bersama pakar, InsyaAllah banyak hal yang bisa kita dapatkan. Selamat belajar, InsyaAllah hal ini akan sangat berguna bagi kita ke depan," tutupnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Sastra

Serambi Aksara Indragiri Hadir di CFD, Hadirkan Litetasi di Ruang Publik

Sastra

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Taja Literasi Ramadhan Dongeng Nusantara bersama Kak Jojon

Sastra

Bunda Literasi Inhil Beri Semangat Lapak TBM, Dorong Budaya Baca di Tengah Masyarakat

Sastra

Bunda Literasi Inhil dukung Program Balai Bahasa Riau

Sastra

Pembukaan Festival Literasi Siak, Setdakab Siak Dorong Generasi Cerdas dan Kreatif

Sastra

Keracunan Massal di Inhu, Pemkab Tetapkan Status KLB